Belajar dengan Rendah Hati - Day 7


Batu yang diam akan selalu diam. Pohon yang tinggi akan selalu bergoyang tertiup angin. Permukaan pantai akan selalu pasang surut mengikuti pergantian siang dan malam. Semua yang terjadi di sekitar akan tampak biasa bilamana dilihat dengan mata kepala saja.

Namun ada cerita yang tidak diceritakan dan hanya bisa didengarkan melaui hati dan kerendahan hati. Bisa jadi batu yang sering dijumpai dalam setiap langkah, ia telah hidup beribu-ribu tahun yang lalu. Dulunya sebuah bongkahan batu besar kini telah tergerus waktu hingga tersisa bagian kecil. Ia menjadi saksi akan perubahan masa ke masa. Ia juga tetap teguh pada pendiriannya walaupun tergerus seberjalan waktu namun ia tetap menjadi dirinya.

Ada banyak hal-hal yang biasa namun bermakna dalam dan luar biasa namun hanya bisa dilihat dengan kerendah hatian. Langit yang tinggi mengajarkan agar selalu sadar bahwa manusia adalah makhluk yang kecil. Tingginya ilmu takkan bisa mengalahkan langit yang menjulang tinggi. Dataran bumi mengajarkan agar selalu sadar dengan sekitarnya. Ia membimbing bahwa manusia tak hidup sendiri, ia mesti berbagi dengan yang lainnya demi terwujudnya keharmonisan di bumi.

Namun sayangnya, masih ada hati-hati manusia yang tertutup. Menutupnya dari tabir kerahasiaan alam sekelilingnya. Ada juga orang-orang berilmu tinggi, bergelar banyak, dan berharta melimpah namun hatinya masih tertutup dari ketegaran batu, semangat berbagi matahari, keikhlasan air, serta kelembutan angin.

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
#Day7

Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa