Sikap Seorang Pemimpin


“Your attitude determines your latitude” tersebut adalah sebuah kata-kata yang mencerminkan betapa pentingnya sikap seseorang dalam menghadapi segala hal. Sikap juga menggambarkan bagaimana kematangan diri serta jiwa seseorang. Bayangkan saja bila seseorang dicela tanpa ampun maka ada dua pilihan yang ada yakni membalas dengan celaan atau memaafkan. Tentu dengan sikap seseorang yang memaafkan bisa menggambarkan betapa hatinya kokoh dan lembut.

Menjadi seorang pemimpin maka yang pertama kali dilakukannya adalah menguasai sikap. Pemimpin bukanlah soal seseorang yang memangku suatu jabatan dan memegang hak kekuasaan. Namun, menjadi seorang pemimpin adalah seseorang yang telah usai dengan urusan-urusan kecilnya kemudian melangkah pasti ke sesuatu yang besar. Inilah sikap seorang pemimpin, tak menjadi sebuah penghalang lagi gangguan-gangguan nafsu yang kecil, akan tetapi ia selalu menatap optimis ke masa depan kemudian membawa perubahan.

Pemimpin ia seorang yang terakhir kali jatuh ketika semuanya jatuh dan pertama kali bangkit ketika semuanya jatuh. Berikut adalah sikap seorang pemimpin yang harus tersemai dalam jiwanya :

Pertama adalah rendah hati. Sebuah kenistaan besar bila pemimpin hanya mengharapkan harta, tahta, dan wanita. Menjadi seorang pemimpin jauh lebih besar dari itu, ia membawa semangat serta harapan untuk menaklukkan benteng kehampaan kemudian melakukan perubahan. Oleh karena itu, seorang pemimpin mesti bersikap rendah hati, merendahkan diri dari sikap berbangga diri agar diterima oleh sekitarnya.

Sikap kedua adalah objektif. Padangan yang tajam dan jauh seperti mata elang di ketinggian ialah yang mesti dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin memimpin bukan untuk dirinya seorang, akan tetapi untuk orang sekitarnya. Oleh karena itu, perlulah seorang pemimpin menajamkan inderanya untuk melihat permasalahan dan solusi yang adil dan bijaksana.

Yang ketiga adalah sikap keterbukaan pikiran. Seorang manusia tak luput dari salah dan dosa. Ia bukanlah makhluk yang mutlak benar terkadang kesalahan pun bisa terjadi. Seorang pemimpin ialah seorang yang selalu sadar dnegan dirinya. Apa yang dilakukanya benar belum tentu baik dan yang salah belum tentu tidak baik. Maka dari itu, seorang pemimpin perlulah membuka pikiran karena pemikiran dari banyak orang lebih baik daripada seorang.

Selanjutnya adalah sikap moderat. Beban dan tanggungjawab seorang pemimpin tentu tidak sama dengan orang biasa. Segala keputusan ada ditangannya. Seorang pemimpin memiliki andil yang besar dalam mempengaruhi seseorang. Oleh karena itu, seorang pemimpin mesti melihat masalah dan solusi dengan jeli, tak terlalu memihak ke satu sisi sehingga menafikan sisi lainnya. Namun, ia harus tahu bahwa keputusan yang ia ambil memiliki maslahat kebaikan yang besar.


Terakhir sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah sikap kontributif. Percuma saja seorang pemimpin yang suka membual dengan kata-kata yang manis tetapi semuanya hanya rencana kemudian ditiup angin masa dan hilang begitu saja. Seorang pemimpin ialah yang harus memulai dengan mewujudkan cita-cita kecil menuju jalan cita-cita yang besar. Seorang pemimpin ialah yang bergerak terlebih dulu ketika semua kelelahan dan berhenti paling akhir ketika semua mulai kelelahan.

Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa