Melangkah 1 - Believe in Yourself


Manusia diciptakan dengan kemampuan yang sangat hebat. Aku, kamu, dan kita memiliki potensi yang dahsyat dibandingkan makhluk-makhluk di bumi lainnya. Betapa tidak, manusia yang tak setangkas harimau, tak sekuat gajah, dan tak sebesar ikan paus masih bisa terus bertahan hidup dari nabi Adam hingga sekarang. Padahal bila manusia berhadapan satu lawan satu dengan harimau, sebagian besar pasti akan kalah. Namun, berkat akal lah manusia bisa terus beradaptasi dan bertumbuh.

Kita terlahir telah memiliki bekal yaitu akal yang luar biasa. Akal kita yang mendorong menjadi makhluk kreatif, mampu menyelesaikan persoalan kehidupan dan menjadi lebih baik. Akal kita lah yang juga membuat diri kita bahwa hidup tidak sekadar makan dan tidur, namun kita memiliki tanggungjawab yang lebih besar.

Kita bisa menjadi apapun yang kita mau asal kita percaya bahwa mampu mewujudkannya. Ada sebuah kisah tentang kura-kura dan kelinci yang barangkali kita sudah sering mendengar, namun cobalah kita lebih resapi maknanya.

Alkisah di suatu hutan, kelinci menantang kura-kura adu lari. Dengan senyum sombongnya kelinci meremehkan kura-kura. Sementara, kura-kura langsung menerima tawaran kelinci walaupun ia tahu akan kemampuannya, namun yang terpenting ia percaya.

Waktu yang ditunggu telah tiba, menjelang matahari tepat di atas kepala perlombaan itu pun dimulai. Kelinci pun langsung melesat hingga meninggalkan kura-kura jauh di belakangnya, sementara kura-kura terus berjalan semampunya. Hingga kura-kura tak terlihat lagi dalam pandangan kelinci, kelinci pun beristirahat di antara pepohonan sambil menunggu kura-kura terlihat lagi.
  
Waktu bergulir hingga matahari menjelang terbenam, kura-kura akhirnya tiba di garis finish sementara kelinci tidak terlihat ujung tanduknya. Tiba-tiba alangkah terkejutnya ketika kelinci terbangun hari sudah menjelang malam, ia pun langsung melesat ke garis finish. Akan tetapi, kura-kura telah tiba lebih dulu. Ia pun menyesal dalam penyesalan yang dalam.

Dari kisah tersebut kita bisa mengambil petik hikmah bahwa kekuatan terbesar kita ada dalam keyakinan kita, bukan pada fisik ataupun hal-hal yang di luar kita. Seperti keyakinan kura-kura bahwa ia bisa menjadi pemenang, lalu ia menapaki jalan sedikit demi sedikit hingga finish. Sementara keyakinan kelinci telah tergerus oleh kesombongannya sendiri, sehingga kemampuan kelinci berhasil dikalahkan oleh keyakinan kura-kura yang tanpa henti.

Kita harus yakin pada diri kita sendiri akan keputusan yang kita ambil. Namun keyakinan itu haruslah optimis serta menuju perbaikan diri yang kita lebih baik. Kemampuan terbesar kita adalah keyakinan pada diri sendiri untuk memunculkan potensi terbaik kita.

Kita sebagai manusia diciptakan dengan keunikan dan kelebihan masing-masing. Setiap kita berbeda dan saling mengisi satu sama lain. Teruslah yakin menjadi versi terbaik dari diri kita demi membawa kebermanfaatan untuk semuanya.

Believe in yourself and be the best of you! 

Komentar

Posting Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa