Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Ulasan Buku “Shalahuddin Al Ayyubi – John Man” : Meneladani Kesuksesan Kepemimpinan Sang Penakluk Yerusalem

Gambar
John Man ialah seorang sejarawan dan juga travel writer yang memiliki ketertarikan khusus mengenai dunia Islam dan Timur Tengah, termasuk Mongolia. Salah satu karya terbesarnya menceritakan tokoh legendaris Jengis Khan dalam sejarah kekaisaran kuno. Buku ini menggambarkan sejarah penaklukkan Yerusalem dari segi pasukan Muslim yang dipimpin oleh Shalahuddin Al Ayyubi maupun dari segi Tentara Salib. Untuk ukuran buku biografi dan sejarah, buku ini cukup mengalir saat dibaca namun tidak mengurangi esensi dari fakta sejarah yang ada. Shalahuddin Al Ayyubi lahir sekitar tahun 1137 Masehi, pada saat masa-masa kejayaan kerajaaan Abbasiyah telah berakhir karena kemewahan, kemudian terpecah-belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil, dan juga terkoyak-koyak oleh Tentara Salib. Shalahuddin kecil lahir di Tikrit, sekarang di Irak. Ayahnya, Ayyub, mewarisi posisi Gubernur Tikrit pada tahun 1130-an. Sebelum menjalani perang yang besar, Shalahuddin telah menjalani perang kecil yang baik

Ulasan Buku “The 9 Golden Habits for Brighter Muslim – Dr.H.Agus Sukaca, M.Kes” : Menjadi Muslim yang Gemilang

Gambar
Dr. H. Agus Sukaca, M.Kes ialah seorang dokter. Semenjak remaja ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah. Ia juga merupakan aktivis Muhammadiyah yang pernah menjabat Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah selama periode 2010-2015. Buku ini berbicara tentang kebiasaan-kebiasaan utama yang dilakukan muslim untuk meraih kegemilangan di masa depan. Setelah membaca buku ini, saya tersadar bahwasannya masih banyak adab dan aktivitas yang harus terus dibenahi. Allah dan Rasulullah SAW telah memberikan tutunan bagaimana seharusnya kita beraktivitas, tetapi seringkali kita lalai. Dalam tidur misalnya terkadang lupa untuk berwudhu, atau dalam adab bertetangga misalnya terkadang terlupa untuk memberikan senyum, sapa, dan salam untuk saudara kita. Untuk meraih kegemilangan bukanlah suatu yang tiba-tiba tetapi merupakan akumulasi dari langkah-langkah kecil yang positif dan dilakukan terus menerus. Aktivitas yang kita lakukan setiap hari pada dasarnya adalah kebiasaan-kebi

Ulasan Buku “Tasawuf Modern – Prof. Dr. HAMKA” : Menemukan Kebahagiaan yang Hakiki

Gambar
Prof. Dr. HAMKA beliau bernama lengkap Haji Abdul Malik Karim Abdullah. Tidak satu pun pendidikan formal beliau tamatkan, namun dengan modal membaca dan belajar langsung dari para tokoh dan ulama menghantarkan ia menjadi sosok ulama yang kaya ilmu. Gelar Doktor Honoris Causa beliau dapatkan dari Universitas Al-Azhar berkat karya-karya beliau yang telah membawa pengaruh bagi bangsa. Buku ini tidak secara gamblang menjelaskan tasawuf itu sendiri, namun mengajarkan kita untuk mencintai hidup dengan tasawuf. Tasawuf yang dimaksud adalah kehendak memperbaiki budi dan membersihkan batin. Buku ini menjelaskan bahwasanya kebahagian sejati hanya bisa diperoleh setelah melewati keutamaan luar badan, keutamaan ada pada tubuh, dan keutamaan akal budi. Lalu, apa arti kebahagian itu? Seseorang mengatakan kebahagian itu didapat melalui kekayaan yang cukup. Karena jika ada kekayaan, segala yang diinginkan tercapai. Ada pula yang mengatakan kebahagian itu terletak pada nama yang masyh