Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Membangun Learning Organization di Era Disrupsi

Gambar
Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat melahirkan era disrupsi dimana pola-pola yang terjadi tidak lagi linear, namun mengalami perubahan yang besar. Pesatnya perubahan ini tidak hanya terjadi pada sektor industri saja, akan tetapi juga lembaga pendidikan, perbankan, sosial kemasyarakatan, serta transportasi. Hadirnya era disrupsi ini menantang setiap sektor memilih untuk melakukan perubahan atau tertinggal. Salah satu hal akan kemunculan era disrupsi ini telah mendorong adanya digitalisasi gaya hidup. Menurut Shahyan Khan, proses digitalisasi mendorong peluang lebih kuat untuk bertransformasi dan mengubah model bisnis yang ada, sosial-struktur ekonomi, hukum, langkah-langkah kebijakan, pola organisasi, serta budaya dengan cara mempercepat apa yang sudah ada secara horizontal. Era ini terus berkembang pesat terlebih lagi dengan kemunculan Artificial Intelligent , Machine Learning , Deep Learning dll. Era disrupsi memunculkan tantangan dan peluang yang unik se

Pemberantasan Lingkaran Setan Kemiskinan

Gambar
Fenomena kemiskinan di Indonesia seakan tak ada habisnya. Tak hanya di kota-kota kecil, namun juga di kota-kota besar yang tak sulit menemukan daerah slum atau padat dan kumuh. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) pada bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). Tentunya ini menjadi masalah yang cukup serius sebab bila masyarakat miskin susah untuk mencari makan maka dapat dipastikan pendidikan serta gizi juga terganggu. Pada awal pembangunan Indonesia sempat beredar sebuah teori yang dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi asal Swedia yang juga penerima hadiah nobel yaitu Ragnar Nurkse. Teori tersebut adalah “ Vicius Circle of Poverty ” yaitu konsep yang mengandaikan suatu konstelasi melingkar dari daya-daya yang cenderung ber

Peluang Investasi Saham untuk Kawula Muda

Gambar
Baru beberapa hari yang lalu IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Indonesia mencetak rekor barunya di angka 6000 ke atas. Bila diperhatikan performanya selama 5 tahun ke belakang, IHSG meningkat sebesar 50 persen artinya secara kasar setiap tahun performa bursa saham Indonesia meningkat sebesar 10 persen. Pasar modal sungguh potensial  menjadi pilihan berinvestasi. Potensi pasar modal di Indonesia nyatanya belum dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat luas. Sampai bulan September 2017 jumlah pemegang SID ( Single Investor Identification ) baru sekitar 600 ribu investor. Jumlah ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan 250 juta penduduk Indonesia. Rendahnya investor dari kalangan masyarakat umum disebabkan pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal yang masih sangat kurang baik, hanya sekitar 3 persen bila dibandingkan dengan industri jasa keuangan lainnya seperti bank, asuransi dan lain-lain. Akibatnya masyarakat awam cenderung masih ragu-ragu terhadap kepe

Sikap Seorang Pemimpin

Gambar
“Your attitude determines your latitude” tersebut adalah sebuah kata-kata yang mencerminkan betapa pentingnya sikap seseorang dalam menghadapi segala hal. Sikap juga menggambarkan bagaimana kematangan diri serta jiwa seseorang. Bayangkan saja bila seseorang dicela tanpa ampun maka ada dua pilihan yang ada yakni membalas dengan celaan atau memaafkan. Tentu dengan sikap seseorang yang memaafkan bisa menggambarkan betapa hatinya kokoh dan lembut. Menjadi seorang pemimpin maka yang pertama kali dilakukannya adalah menguasai sikap. Pemimpin bukanlah soal seseorang yang memangku suatu jabatan dan memegang hak kekuasaan. Namun, menjadi seorang pemimpin adalah seseorang yang telah usai dengan urusan-urusan kecilnya kemudian melangkah pasti ke sesuatu yang besar. Inilah sikap seorang pemimpin, tak menjadi sebuah penghalang lagi gangguan-gangguan nafsu yang kecil, akan tetapi ia selalu menatap optimis ke masa depan kemudian membawa perubahan. Pemimpin ia seorang yang terakhir kali

Pendidikan Karakter Melalui Kehidupan Berasrama

Gambar
Penerapan pendidikan karakter memang tepat sekali bila diaplikasikan pada kehidupan sekarang. Maraknya kasus pencurian, pembegalan, pembunuhan bahkan pemerkosaan yang dilakukan oleh pemuda bahkan masih tergolong belia. Adanya pendidikan karakter diharapkan mampu memperbaiki serta menumbuhkan nilai-nilai moral. Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral ( moral knowing ), sikap moral ( moral feeling ), dan perilaku moral ( moral behavior ). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Salah satu contoh penerapan pendidikan karakter adalah melalui kehidupan berasrama. Anak-anak asrama ditempatkan dalam satu atap bangunan. Mereka ditantang dengan kehidupan yang heterogen dengan latar belakang yang bisa jadi berbeda-beda. Adanya seorang pembina atau pengasuh merupakan peran yang penting dalam kehidupan berasrama. Melalui praktek

Berbagi Semangat Inspirasi

Gambar
Rasanya kurang lengkap bila bulan Ramadhan belum diisi dengan kata berbagi, baik itu makanan, minuman, ataupun pakaian. Berbagi ialah memberikan apa yang kita miliki untuk orang lain dengan tanpa pengharapan. Namun apakah berbagi sekadar memberikan barang yang berwujud? Tentu tidak, berbagi bisa dari rasa senang, ilmu atau pengalaman yang kita miliki. Seperti halnya yang saya lakukan pada Ramadhan tahun ini yakni berbagi semangat inspirasi. Berbekal pengalaman pada tahun sebelumnya, ketika saya mencoba menantang diri sendiri untuk menulis setiap hari selama bulan Ramadhan. Alhasil, tidak disangka saya berhasil mencapainya. Lalu pada tahun ini saya dan beberapa teman menggagas sebuah sayembara menulis selama bulan Ramadhan bernama Challenge Menulis #RamadhanInspiratif. Intinya kami ingin menebar semangat menulis kepada siapapun yang ingin bisa menulis. Selama keberjalanan sayembara ini, pertama kami meminta komitmen 10, 20 atau 30 hari menulis selama bulan Ramadhan kepada p

Rearrange The Path - Day 30

Gambar
Setahun ke belakang adalah perjalanan lika-liku yang paling menantang. Mulai dari menerima sebuah amanah cukup berat dalam kepanitiaan yang cukup besar hingga melawan gelombang arus akademik yang kian ganas. But, I just have learned something great. “I realize that doing many things doesn’t mean it’s good. I just need to focus on several things that will bring to my future path.” Setahun kebelakang menjadi bahan evaluasi besar bagi saya. Terlalu banyak yang dilakukan hingga tak punya fokus yang jelas pada jalan yang saya lalui. Akhirnya sebuah tamparan keras menyadarkan saya bahwa jalan yang telah dilalui ternyata bergulir arah. “I think it’s pretty good lesson for me. What I love doesn’t mean good for me, and what I hate doesn’t mean bad for me. Like eagle’s eyes, I need to see far away straight to the future.” And it’s time to rearrange my path.  Satu hal yang perlu disadari. “Do what you love and love what you do but don’t forget to stay on your path.” B

Surat Cinta Kepergianmu - Day 29

Gambar
Kepadamu yang cepat sekali pergi, Engkau tahu? Malam ini langit sangat indah. Sayup-sayup takbir menggema indah di telinga. Apalagi diwarnai rintikan hujan kecil yang membasahi malam yang syahdu. Namun sayangnya engkau telah pergi malam ini juga. Tak terasa sejak awal kita bertemu. Engkau tiba dengan wajah sebersinar rembulan, sejuk di dalam dan di luar. Tak terasa engkau cepat sekali pergi. Tak sempat aku mengucapkan selamat tinggal yang penuh rindu. Namun saat-saat bersamamu aku pun tersadar. Aku masih jauh dari kepantasan diriku untuk menyambutmu. Aku sadar masih berlumuran dosa dibanding engkau sang cahaya rembulan. Akan tetapi, kehadiranmu membuatku percaya bahwa semuanya masih bisa diubah. Aku yakin semuanya masih belum terlambat asal mau berubah dari sekarang. Terimakasih setulusnya aku sampaikan kepadamu. Sayang sekali kita harus berpisah ya. Semoga tahun depan kita bisa dipertemukan kembali dengan cara yang lebih indah. Salam cinta diriku untuk Bulan R

Seorang Pemimpin - Day 28

Gambar
Manusia terlahir pada dasarnya adalah seorang pemimpin. Minimal ia menjadi seorang pemimpin untuk dirinya sendiri, mengendalikan nafsu yang tertanam pada diri. Namun tugas seorang manusia tak hanya sampai di situ, berkat akal dan pikiranya ia memiliki tanggungjawab menjadi seorang pemimpin bagi alam sekitarnya. Seorang pemimpin harus cukup dengan dirinya sebelum mencukupkan orang lain. Sifat inilah yang membedakan seorang pemimpin dengan pimpinan. Bila bicara soal pimpinan maka tak jauh dari kekuasaan yaitu orang yang mempunyai hak dalam rangka menguasai sesuatu. Namun bila bicara soal kepemimpinan maka bukan saja membahas soal kekuasaan semata tetapi juga nasib baik sekitarnya. Menjadi pemimpin bukanlah tentang seseorang yang ditumbalkan. Namun menjadi pemimpin adalah kerelaan dirinya mengubah, memperbaiki, serta membimbing ke arah yang lebih baik. Butuh keikhlasan serta kerendah hatian untuk menjadi seorang pemimpin yang berperilaku baik. Bicara soal kepemimpinan juga

Motif Pendidikan - Day 27

Gambar
Salah satu indikator kemajuan suatu bangsa dapat dilihat melalui sektor pendidikan. Tak hanya dari segi kuantitias yang terdidik namun juga memperhatikan kualitas dari orang-orang yang terdidik. Pada sistem pendidikan saat ini telah dibuat berjenjang mulai dari tingkat dasar, menengah, atas, dan perguruan tinggi. Uniknya fenomena pendidikan saat ini sangatlah beragam. Ada dua pendekatan paradigma yang cocok untuk menilik pendidikan saat ini, yaitu pendekatan utilitarian dan pendekatan transformasi. Pendekatan utilitarian berfokus kemaslahatan terletak pada mayoritas sehingga akan selalu mencari jalan yang banyak orang mengikutinya. Sementara pendekatan transformasi cenderung memandang kearifan lokal menjadi modal utama. Bukan yang menang atau kalah, namun mencari jalan tengah dan solusi di tengah-tengah masyarakat. Kedatangan revolusi industri pada era 1750-1850 masehi telah mengubah secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, teknolog

Pertikaian Langit dan Bumi - Day 26

Gambar
Gemuruh hebat terdengar dari atas langit sana. Rupanya langit sedang bersenandung tentang kehebatannya. Ia merasa lebih tinggi dari bumi sehingga ialah yang paling layak dipuji. Namun bumi pun tak menggubris si langit, ia tetap dalam kesibukannya melayani makhluk hidup dalam lindungannya. Hingga suatu saat langit merasa tak dipedulikan bumi, ia marah besar. Awan-awan hitam bergulung di langit lalu kian besar dan menutupi permukaan bumi dari cahaya matahari. Kilatan cahaya merona terang hingga ke bumi hingga bumi pun terheran. Lantas bumi menanyai langit tentang apa hal yang dilakukannya. Namun langit tak menggubris ia tetap dengan amarahnya. Tanpa disadari langit, awan bergulung hitam itu membentuk titik-titik kecil air kemudian menggumpal menjadi butiran air. Semula langit hanya ingin menutupi bumi dari sinar matahari. Namun ternyata tetes-tetes air satu per satu mulai jatuh dari atas langit. Hujan lebat mengguyur bumi. Juga angin kencang menggoyangkan ranting-ranting

Menghargai Kegagalan - Day 25

Gambar
Saya yakin bahwa semua orang pernah mengalami kegagalan. Sedari kecil seorang anak telah diajari kegagalan misalnya dari bagaimana ia harus berusaha untuk merangkak, berdiri, dan berjalan. Semua itu adalah proses belajar. Oleh karena itu, kegagalan tak terlepas dari seluruh rangkaian kehidupan manusia. Lalu, bagaimanakah menyikapi kegagalan. Ia bukanlah sebuah ketakutan dimana memandang masa depan yang tak sesuai harapan. Seperti seorang bayi yang berusa berdiri, kegagalan justru menuntun ke jalan yang lebih baik. Bagi seorang atlit lari, kegagalan justru membuat ia semakin meningatkan batas-batas kemampuannya. Justru kegagalanlah membuat tersadar akan jalan yang lebih baik, cara yang lebih baik dan juga masa depan yang lebih baik. Satu hal yang perlu ditanamkan adalah menghargai kegagalan. Dengan percaya bahwa ia adalah bagian dari hidup yang tak terlepaskan. Ia mengajari indahnya jalan kehidupan. Menghargai kegagalan juga berarti menghargai diri, ia menjadikan diri makin

Cahaya Lentera Peradaban - Day 24

Gambar
Kala itu langit dirundung kegelapan. Hanya sedikit cahaya gemerlap bintang serta cahaya redup bulan mewarnai kesyahduan.  Angin berhembus kencang membawa udara dingin bersamanya. Kala itu menjadi malam yang panjang. Tak ada aktivitas kehidupan sepanjang malam hingga suatu saat datanglah sang lentera. Penduduk desa terkesima kepada sang lentera. Cahayanya redup namun menghangatkan, berpudar namun menerangi. Ialah sang lentera yang tak berbesar hati. Cahaya yang ia bawa adalah arti luar biasa bagi penduduk desa. Bertahun-tahun terjebak dalam masa yang sulit, musim yang berubah secara acak dengan dingin yang semakin merajalela. Cahaya hangatnya menyadarkan mereka bahwa masih ada harapan.   Sang lentera disambut baik walaupun ia adalah pendatang baru. Jauh-jauh ia berkelana dari negeri seberang menyampaikan misi mulianya. Penduduk desa kian penasaran dengan sang lentera kemudian ia menyampaikan kisahnya kepada mereka. Ialah sang lentera, ia datang dari negeri Bora. Neg

Di Balik Kegagalan Ada Jalan - Day 23

Gambar
Jika dihitung-hitung bisa jadi kegagalan yang pernah saya alami jauh lebih banyak dibandingkan kesuksesan. Namun kegagalan itu justru menjadi sebuah cerita menarik yang tak terlupakan. Barangkali juga akan menjadi cerita lucu untuk anak cucuku kelak. Sewaktu SD dulu, mendapat nilai enam sepertinya sudah biasa bahkan saya ragu bisa naik kelas namun pada akhirnya di akhir kelulusan saya masuk sepuluh besar lulusan terbaik sekolah. Kemudian ketika SMP, saya mengikuti banyak lomba sekitar sepuluh kali namun semuanya gagal, mendekati berhasil pun tidak. Meskipun pada akhirnya saya bisa menjadi lulusan terbaik sekolah di kala itu. Selanjutnya di masa SMA, saya masih mengalami kegagalan dalam berbagai lomba dan juga sering kali remedi dalam berbagai pelajaran. Namun pada akhirnya, tiga dari tujuh lomba yang saya ikuti berhasil menyabet juara dan juga kesempatan khusus masuk perguruan tinggi favorit lewat jalur undangan. Masa kuliah pun berbagai kegagalan bertubi-tubi saya terima.

Hilang Waktu - Day 22

Gambar
Jam berdetak setiap waktu. Dalam rotasi yang berlalu. Kini ia terjerembab sepi. Dalam kosong serta sunyi. Satu detik telah terlewati. Ia menatap sendu diri. Satu masa tak terulang. Bejibun arti telah hilang. Sang waktu berkata. Dalam kehampaan menyapa. “Sesalnya adalah sesalku juga, Gunanya aku mengingatkannya.” Seberkas cahaya menembus celah jiwa. Adanya menyadarkan eksistensinya. Terbangun dari tidur panjangnya. Kemudian bergegas menyapa hangat dunia. #RamadhanInspiratif #Challenge #Aksara #Day22 #SajakKabut #DeritaLiburan

Pulang Kampung - Day 21

Gambar
Alunan decit besi mengiringi perjalanan. Berlalu kota penuh kenangan. Melaju menembus ombak kerinduan. Dalam dada tersemat kecintaan. Kampung nan jauh di sana. Satunya tempat pelipur lara. Semerbak rindu bergelora. Memupuk cerita yang berasa. Satu per satu kota terlalui. Teriring semakin membuncah di hati. Sesampai di stasiun terakhir kali. Bergelut rasa yang tak tertahan diri. Kini tiba di rumah penuh kenangan. Kampung dengan sawah terbentang luas. Hiruk pikuk kental keramahan. Udara segar menyegar setiap napas. Bertemu keluarga puncak perjalanan. Telah lama diri merantau jauh. Tibalah saat melepas kerinduan Dan telah lama rindu dibalut peluh. #RamadhanInspiratif #Challenge #Aksara #Day21 #SajakKabut

Surga Ada di Bahu Kawan Sampingmu - Day 20

Gambar
Bila saja langit bisa bercerita dan bila saja tanah bisa berbicara. Langit menjadi bukti abadi akan kisah rasa berbaur indah persaudaraan di antara kami. Tanah pun menjadi saksi akan romansa persaudaraan dibalut manisnya iman. Inilah cerita kami dalam satu rumah penuh inpirasi dan pikiran-pikiran besar mewarnai setiap hari. Aku sebut ia sebagai rumah keduaku salah besar bila mencari kenyamanan di sini. Sungguh salah, karena setiap kali pulang bertambah pulalah inpirasi. Inspirasi yang tak boleh dipendam sendiri, mesti disebarluaskan dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Untuk itulah tidak pantas bila mencari kenyamanan di rumah keduaku ini, semakin pulang semakin besar tanggung jawab yang dipikul. Kami di sini bukanlah manusia super yang bisa melintasi samudera sekejab mata atau bisa terbang menembus cakrawala. Kami hanyalah sekolompok orang yang rela dan mengikhlaskan diri untuk ditempa. Ngomong-ngomong tentang ditempa, ya kami sering ditempa seperti memb

Tulusnya Hati - Day 19

Gambar
Anak-anak itu unik. Saya baru menyadarinya meskipun sudah jauh masanya. Mereka mungkin terlihat hiperaktif dan banyak tingkah sehingga terkadang membuat orang dewasa kewalahan dengan perilakunya. Namun jangan sampai menganggap bahwa mereka nakal. Begitulah cara mereka mengekspresikan dirinya. Berbeda dengan kebanyakan orang dewasa, anak-anak cenderung lebih suka bergerak, bermain, berkompetisi dalam tim serta mengerjakan sesuatu secara langsung. Sehingga perlu sekali memahami kebutuhan anak-anak. Serta dalam mendidik anak-anak juga perlu mempertimbangkan kecenderungan mereka misalnya anak-anak lebih mudah diajari dengan praktik langsung, meniru apa yang dikerjakan orang lain. Bila anak-anak suka berulah dan tidak bisa diam sebisa mungkin menghindari hukuman sebab akan berpengaruh pada psikologi ke depan. Pada akhirnya akan merusak perkembangan mental mereka. Cara yang terbaik adalah mencontohkan perbuatan yang benar. Cukup senang saya bertemu dan saling berbagi kepada

Senyum Mereka - Day 18

Gambar
Terkadang melihat mereka tersenyum sejenak melepaskan hegemoni saat ini. Senyum yang begitu tulus dari hati mereka. Senyum yang merekah di wajahnya terbesit rasa yang benar-benar murni. Senyum mereka yang kini telah mengubah banyak hal. Aku kagum pada mereka dari kejujuran wajahnya. Emosi mereka serta perasaannya tak ayal adalah murni dari yang mereka rasakan. Tak begitu ragu melepas apa yang mereka rasakan. Begitulah anak-anak yang masih kian putih bersih seperti lembaran kertas putih polos yang belum ternodai sekalipun. Aku pun sedih ketika semakin bertambah usia juga semakin tersembunyi rasa yang asli. Bisa jadi yang tergambar di muka tak seperti yang tertanam dalam hati. Namun pada akhirnya rasa itu pun tertumpuk dan mengendap. Lalu menjadi penghambat meluapkan rasa yang lain. Hambar seperti itulah yang terjadi. Mereka pun akhirnya menyadarkan. Senyum berseri merekah dari isi hati yang murni perlahan melunturkan rasa yang mengendap. Mereka mengajariku bahwa mengend

Yuk Nabung Saham - Day 17

Gambar
Sekitar tiga minggu yang lalu, saya mendapat sebuah inspirasi dan pandangan baru mengenai dunia pasar modal. Dengan demikian saya cukup tahu mengapa pasar modal kian penting hingga disangkut pautkan dengan kondisi suatu perekonomian negara. Untuk itulah saya ingin berbagi sedikit inspirasi yang telah saya dapatkan. Dalam satu dekade terakhir ini performa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menempati posisi yang paling tinggi di dunia sebesar 198,35 % melampaui India, China, US dan lain-lain. Tentunya peluang penanaman modal di Indonesia sangat menggiurkan. Namun faktanya hanya sekitar 560 ribu RDI (Rekening Dana Investor) yang tercatat di Indonesia dari 200 juta jiwa rakyat Indonesia. Sehingga tingkat pemegang saham pribumi masih sangat rendah bila dibandingkan dengan Jepang yang mencapai 40 % dari keseluruhan rakyatnya. Namun di sinilah kesempatan rakyat Indonesia untuk mendongkrak perekonomian mereka melalui penanaman saham. Lalu seberapa pentingkah berinvestasi dengan sa

Goes Abroad (Part 3) : Terimakasih Negeri Jiran - Day 16

Gambar
Pesawat kini telah melandas di negeri yang masih serumpun dengan negeriku. Kami tiba di pusat ibu kota yang cukup sibuk dan padat, Kuala Lumpur. Sekilas mendengar kata Kuala Lumpur terbayang gedung kembar pencakar langit namun tujuan kami bukan untuk itu tapi bolehlah itu salah satunya. Sistem tranportasi di sana cukup mengagumkan. Masyarakat urban lebih menyenangi berpergian dengan transportasi umum seperti LRT serta bis kota. Kalau dibayangkan semuanya tampak nyaman, bersih, dan rapi. Terlebih lagi jalanan yang tampak lenggang tanpa ada kemacetan. Namun yang paling berkesan adalah bisa berinteraksi bersama teman-teman lintas negara seperti Malaysia, Filipina, dan Banglades. Kebetulan kami dipertemukan dalam sebuah acara bersama selama tiga hari. Aku menyadari betul komunikasi kian penting. Cukup susah mengutarakan ide melalui bahasa sekunder masing-masing dari kita. Dan pada akhirnya bahasa isyaratlah yang cukup membantu. Pengalaman berkunjung ke manca negara ben

Goes Abroad (Part 2) : Aku (Lebih) Cinta Negeriku - Day 15

Gambar
Aku tersadar negeriku menyimpan harta rahasia yang tak banyak dimiliki negeri-negeri lain. Harta yang tak berwujud namun senantiasa mewarnai negeriku. Juga harta yang tak bisa dihitung nilai namun tertanam di dalam hati masyarakat. Harta rahasia itu adalah keramahan. Tak terpungkiri aku memang terpukau dengan kemegahan negeri singa. Kekayaannya tergambar dari kemajuan teknologi, kehebatan transportasi, serta keindahan gedung-gedungnya. Aku pikir orang-orang pencari kemakmuran dalam hidup pasti akan betah disana. Walau negeriku jauh dari kemegahannya namun negeriku punya kekayaan yang tak ia miliki, keramahan. Negeriku kaya akan keramahan. Sapaan hangat menyambut setiap jengkal langkah bertemu saudara satu kesatuan. Tarikan senyuman lembut menghias ketika sesama saudara bertemu dan bersalaman. Ya negeriku tak kalah kaya karena ia punya yang lebih luar biasa. Kekayaan sosial, kekayaan keramahan. Aku lebih cinta negeriku. Kini saatnya meninggalkan negeri singa. Ku titipka