Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Kuliah: Proses Kegagalan - Day 5

Gambar
Bukan soal rutinitas belaka dan juga bukan soal IPK. Namun jenjang kuliah adalah dimana bisa mengeksplor dirimu seluas-luasnya. Belajar di kelas bukan satu-satunya cara mengusai ilmu namun masih banyak sumber ilmu yang bisa digali. Kuliah adalah masa kemerdekaan bagi dirimu. Engkau bebas melukis jalan hidupmu dengan berbagai sumber tinta. Kebebasan inilah yang membuat dirimu unik karena engkau bisa fokus pada apa yang kamu inginkan. Kebebasan dalam memilih jalan hidupmu. Kehidupan kuliah bagai wahana-wahana bermain dimana engkau bisa mencoba berbagai wahana. Wahana yang sedikit menggambarkan realita kecil. “Realita kecil” begitulah penggambaran dunia kuliah. Hanya sebagian realita kecil yang akan menantang dirimu. Ada banyak wawasan baru dari sana jika berhasil diungkap. Kehidupan kuliah adalah soal proses. Setiap proses bisa jadi mengalami sesuatu yang tidak nyaman. Namun dimana ada ketidaknyamanan itu adalah proses. Kehidupan kuliah adalah proses kegagalan dimana

Melodi Hujan - Day 4

Gambar
Sebutir air menetes membasahi wajah. Pertanda si langit bergulung hitam akan menumpahkan isinya. Tak ada seberkas cahaya pun menembus dari langit. Namun cahaya lampu jalanan meronakan cahaya kemilau di antara orkestra suara angin bermain. Sebutir air kedua menetes membasahi punggung tangan. Angin memainkan ranting-ranting di antara pohon yang rindang. Kemudian menyibakkan dedaunan pohon kesana kemari. Ia berhasil menciptakan melodi yang lembut dengan alunan dedaunan kemudian dipadukan dengan ranting yang bergoyang. Sebutir air ketiga menetes membasahi rambut. Angin-angin melakukan ritual khusus untuk memanggil sekawanan butiran air yang lain. Mereka melantunkan melodi yang lembut secara bergantian. Tibalah ritual mereka disambut baik oleh si langit bergulung hitam. Sebutir air keempat, kelima, keenam.... Butiran-butiran air tumpah dari si langit bergulung hitam membasahi sekujur negeri bawah langit. Orkestra angin pun mencapai puncaknya, rintikan butiran air menamb

Dunia yang Konvensional - Day 3

Gambar
Setiap gagasan hebat dan familiar saat ini, bisa jadi orang-orang dulu tak mengira setiap gagasan tersebut akan menjadi kenyataan atau bahkan sempat untuk memikirkannya. Keberadaan pesawat terbang tak terbanyangkan oleh  orang-orang yang hidup 1000 tahun lalu. Mereka mungkin tak percaya bahwa terdapat sebuah logam besar yang terbang dan dapat mengangkut orang untuk berpergian. Semua gagasan baik tentang alam maupun manusia pada dasarnya berasal dari kerahasiaan. Beribu-ribu tahun orang-orang zaman dahulu memikirkan hubungan sudut dengan segitiga kemudian sekarang dikenal dengan hukum phytagoras. Namun gagasan phytagoras tersebut tidak menjadi sebuah kerahasiaan lagi sebab telah banyak diketahui orang bahkan menjadi pelajaran dasar di sekolah. Bila dicermati, sudah banyak sekali kerahasian-kerahasian yang berhasil diungkapkan sejak zaman adanya manusia hingga zaman informasi seperti sekarang. Sebagian kerahasian tersebut sudah menjadi pelajaran-pelajaran dasar di tingkat se

Menjaga Api Tetap Berkobar - Day2

Gambar
Api yang besar akan selalu berkobar namun api yang kecil rawan akan padamnya. Ialah api yang berkobar tak akan mudah padam hanya dengan hembusan angin yang menerjang. Suatu hari sang pemantik menyalakan api dalam sebuah tungku besi berisi kayu bakar. Api itu membakar sedikit demi sedikit kulit kayu lalu membara dan berkobarlah api. Panas namun selalu menghangatkan sekitarnya, itulah sifat alamiah api. Panasnya api menghangatkan otot-otot beku lalu melunak. Sang pemantik pasti akan menyesal bila api yang dihidupkannya akan mati. Api yang menjaganya dari otot-otot yang membeku. Sang pemantik perlu menjaga api terus hidup. Namun sang pemantik tak berpikir semudah itu. Menjaga api adalah perjuangan berat. Hembusan angin dingin bisa jadi membekukan niatnya atau bisa jadi berangsur-angsur menyuplai kayu bakar juga mematahkan semangatnya. Maka, menjaga api tetap berkobar berarti juga menjaga api dalam dirinya. Api adalah komitmen yang ia pertaruhkan di antara ombak da

Ramadhan Inspiratif - Day 1

Gambar
Sungguh sebuah kesempatan yang luar biasa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Namun ada yang lebih luar biasa pada Ramadhan tahun ini. Ada sebuah semangat yang merangkai semua mimpi dan harapan yaitu Semangat berbagi. Momen Ramadhan sangat pas untuk saling berbagi. Dimana pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya menebar keberkahan bagi yang mencarinya. Melalui berbagilah keberkahan akan diraih. Berbagi pun sangat beragam seperti berbagi makanan, pakaian, tempat, dan sebagainya. Namun Ramadhan kali ini unik yaitu sebuah keinginan kuat saya berbagi semangat menulis selama bulan Ramadhan kepada teman-teman sekitar. Semangat yang terangkai dalam Challenge Menulis #RamadhanInspiratif. Kisah ini bermula pada Ramadhan tahun lalu 1437H. Saya cukup senang membuat target-target pencapain terutama selama Ramadhan kemudian pada tahun lalu saya membuat target menulis selama bulan Ramadhan. Alhasil, saya berhasil walaupun masih random . Namun, dibalik tantangan tersebut ada seb

Menjadi Sarjana Rakyat

Gambar
“Pendidikan sekarang hanyalah mendidik fir’aun-fir’aun generasi muda”. Ada sebuah paradigma yang cukup keliru dalam konsep pendidikan yakni semakin tinggi pendidikan maka semakin bagus peluang mendapatkan lapangan pekerjaan. Lalu semakin tinggi posisi pekerjaan semakin banyak uang yang didapatkan. Paradigma seperti ini adakalanya kurang tepat. Pendidikan justru secara tidak langsung telah mengader budak-budak korporasi.  Sementara kita secara tidak sadar sedang dipermainkan oleh para investor kapitalis yang memperbudak para agen pendidikan menjalankan ‘mesinnya’. Lalu, bagaimanakah kondisi Indonesia sekarang? Pendidikan sekarang lebih menekankan pada aspek pengetahuan dimana otak menjadi pusat berpikir utama. Selain itu telah terjebak dalam ketidakberdayaan mengeksplor keunikan diri. Namun nyatanya, berpikir hanya menggunakan otak justru menimbulkan ke-disharmonis-an pada konteks hubungan sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, ada aspek yang perlu diperhatikan dan

Leaders and Leadership “Sepetik Hikmah dalam Mutiara Hitam”

Gambar
Sebuah teguran keras telah menyadarkan kami di antara bukti nyata yang jauh belum tercapai. Hanya omong kosong bila kertas-kertas mimpi dan rencana hidup dicampakkan, cukup bukti nyata yang mesti dipersembahkan. Jangan biarkan mimpi kala itu menjadi hiasan belaka dan menjadi cerita semu. Ada tiga jati diri sebagai muslim dan pemimpin  muda yang perlu disematkan dalam setiap aksi nyata. Pertama menjadi muslim produktif, hanya roti tawar tanpa pelengkap rasa bila menjadi muslim untuk dirinya saja. Muslim produktif tak hanya melakukan amal untuk dirinya saja namun seluas-luasnya. Sebarkanlah pada lingkungan sekitar melalui jalan dakwah yakni menyebar kebaikan sebanyak-banyaknya. Kedua menjadi aktivis pergerakan, hanya jejak langkah pada pasir yang tertiup angin kemudian menghilang bila aktivitas pergerakan hanya menjadi pemain belakang saja. Jadilah seorang di garda depan memainkan permainan kemudian menjadi pelopor dalam setiap gerakan. Tak lupa selalu berpegang teguh pada i