Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Pemberantasan Lingkaran Setan Kemiskinan

Gambar
Fenomena kemiskinan di Indonesia seakan tak ada habisnya. Tak hanya di kota-kota kecil, namun juga di kota-kota besar yang tak sulit menemukan daerah slum atau padat dan kumuh. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) pada bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). Tentunya ini menjadi masalah yang cukup serius sebab bila masyarakat miskin susah untuk mencari makan maka dapat dipastikan pendidikan serta gizi juga terganggu. Pada awal pembangunan Indonesia sempat beredar sebuah teori yang dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi asal Swedia yang juga penerima hadiah nobel yaitu Ragnar Nurkse. Teori tersebut adalah “ Vicius Circle of Poverty ” yaitu konsep yang mengandaikan suatu konstelasi melingkar dari daya-daya yang cenderung ber

Peluang Investasi Saham untuk Kawula Muda

Gambar
Baru beberapa hari yang lalu IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Indonesia mencetak rekor barunya di angka 6000 ke atas. Bila diperhatikan performanya selama 5 tahun ke belakang, IHSG meningkat sebesar 50 persen artinya secara kasar setiap tahun performa bursa saham Indonesia meningkat sebesar 10 persen. Pasar modal sungguh potensial  menjadi pilihan berinvestasi. Potensi pasar modal di Indonesia nyatanya belum dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat luas. Sampai bulan September 2017 jumlah pemegang SID ( Single Investor Identification ) baru sekitar 600 ribu investor. Jumlah ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan 250 juta penduduk Indonesia. Rendahnya investor dari kalangan masyarakat umum disebabkan pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal yang masih sangat kurang baik, hanya sekitar 3 persen bila dibandingkan dengan industri jasa keuangan lainnya seperti bank, asuransi dan lain-lain. Akibatnya masyarakat awam cenderung masih ragu-ragu terhadap kepe