Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Ulasan Buku “Akhlak Penghafal Al-Qur’an” : Al-Qur’an sebagai Cerminan Diri

Gambar
Buku terjemah dari Akhlaq Hamalat Al-Qur’an karya Abu Bakar Muhammad bin Al-Husain bin Abdillah Al-Ajurri ini penuh manfaat dan faidah bagi orang-orang yang ingin menjadikan Al-Qur’an untuk memperbaiki diri. Buku ini membahas adab dan akhlak para penghafal Al-Qur’an. Buku ini menasihatkan bahwasanya para penghafal Al-Qur’an senantiasa beradab dengan adab Al-Qur’an serta berakhlak yang diserukan Al-Qur’an agar menjadi ahlul Qur’an yang sesungguhnya. Jika seseorang hanya mengutamakan bacaan Al-Qur’an saja, niscaya Al-Qur’an tak kan tampak pada dirinya. Namun bila dia mempelajari, menadaburi, bertafaquh, dan bermujahadah dalam menerapkan Al-Qur’an, niscaya akan nampak hidayah Al-Qur’an pada dirinya. Hidayah yang penuh berkah ini hanya akan nampak jika seseorang selalu mengutamakan adab dan akhlak dalam Al-Qur’an, serta memperhatikan petunjuk Al-Qur’an. Menurut Al-Imam Al-Ajurri ambisi ketika memulai membaca Al-Qur’an adalah: “Kapan aku menerima nasihat dari apa yang aku bac

Di Penghujung Ramadhan

Gambar
Hanyasanya waktu yang diberikan terbatas, namun diri ini sangat belum pantas. Ramadhan ialah momen evaluasi diri, dimana segala yang telah diberikan untuk apa telah digunakan. Hingga suatu saat waktu itu tiba-tiba menghampiri, apakah diri ini sanggup untuk menanggung segala jiwa dan raga ini. Ini adalah renungan dimana masih jauh dari mata harapan : Kapan aku mencukupkan diri dengan Allah bukan dengan selain-Nya? Kapan aku menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa? Kapan aku termasuk orang-orang yang berbuat ihsan? Kapan aku termasuk orang-orang yang berbuat tawakal? Kapan aku termasuk orang-orang yang khusyuk? Kapan aku termasuk orang-orang yang sabar? Kapan aku termasuk orang-orang yang jujur? Kapan aku termasuk orang-orang yang takut kepada Allah? Kapan aku termasuk orang-orang yang penuh harap kepada Allah? Kapan aku bersikap zuhud kepada dunia? Kapan aku mencintai akhirat? Kapan aku bertaubat dari segala dosa? Kapan aku menyadari nikmat yang terus-menerus?

Ulasan Buku “Leveraging Global Talent” : Globalisasi, Saatnya Masyarakat Indonesia Mengglobal

Gambar
Buku karya Priyantono Rudito ini menyajikan pengalamannya dalam menginisiasi strategi mengembangkan talenta-talenta berkelas dunia selama beliau menjabat Direktur Human Capital Telkom. Tak banyak perusahaan di Indonesia yang dapat melakukan inisiatif “ going global ” seambisius Telkom. Melalui konsep strategi yang dibungkus dalam 5E, yakni Enabler, Enthusiasm, Eduknowledge, Exposure, Equity ini mampu menciptakan pemimpin-pemimpin hebat dan dapat bersaing di dunia global. Thomas L. Friedman dalam bukunya berjudul The World is Flat membagi globalisasi ke dalam tiga tingkatan. Tingkat pertama, globalisasi 1.0, adalah ketika negara-negara going global membentuk pakta-pakta perdagangan dan berbagai kerja sama blok perdagangan. Kemudian, globalisasi tingkat kedua, globalisasi 2.0, yakni ketika perusahaan going global , dimana mereka melakukan kerja sama antarperusahaan di berbagai belahan dunia. Nah selanjutnya, globalisasi tingkat ketiga, globalisasi 3.0, ialah saat setiap indiv

Ulasan Buku “Fusion Leadership” : Responsibility = Response + Ability

Gambar
Buku karya Ibu Nenny Soemawinata ini menyajikan pengalaman serta inspirasi tentang kepemimpinan dari dua budaya yang berbeda yakni timur dan barat. Kepemimpinan dari keyakinan beliau sejatinya adalah seni mengelola kapasitas diri, mengubah dari yang tidak mungkin menjadi mungkin serta mengubah sikap yang benar dan bersedia mengambil tanggungjawab. Salah satu hal yang menarik untuk dibahas dalam buku ini adalah tentang tanggungjawab ( responsibility ). Tanggungjawab dan kepemimpinan merupakan kedua hal yang tak dapat dipisahkan satu sama lain, memilih jalan pemimpin artinya berani berani bertanggungjawab. Sementara ketika seseorang berani mengambil tanggungjawab, artinya berani untuk memimpin kemudian akan tumbuh menjadi pemimpin   yang hebat. Dalam bahasa inggris tanggungjawab adalah responsibility, merupakan gabungan dari response dan ability . Kedua hal tersebut menunjukkan pada suatu kemampuan untuk merespon apa saja dalam berbagai situasi kehidupan. Stephen Covey me