Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Bersumpahlah Para Pemuda

Gambar
Delapan puluh delapan tahun silam tepat 28 Oktober 1928 menjadi titik balik kebangkitan pemuda dari kegelapan impreliasme. Sebuah awal persatuan rasa dan jiwa. Bersatu dalam satu ideologi menuju kebersamaan dan harga diri bangsa. Tak segan meninggalkan kepentingan lokal maupun golongan. Ialah sumpah pemuda yang menjadi sebuah kebangkitan dari para pemuda. Pemuda yang darinya darah mengalir deras dalam jiwanya. Darahnya mengalir dari bawah menjalar hingga ke ubun-ubun kemudian membakar semangat jiwa raganya. Pemuda bagai lokomotif uap. Semakin dibakar maka ia semakin kencang. Siap menerjang dan menerobos segala halangan melintang. Tengoklah mantan perdana menteri Indonesia, Bapak Sjahrir. Masa mudanya telah membara. Tak gentar ia melawan kesempitan berpikir pada era kolonialisasi. Sedari tingkat sekolah atas semangatnya menyalakan nyali, terbukti gores tulisannya mampu menggugah kesempitan berpikir orang lain. Walaupun banyak mata mengintai namun tak menyulutkan nyalinya.

Refleksi: Sehidup Seasrama RK

Gambar
Banyak pengalaman, cerita, dan evaluasi diri sejak di Rumah Kepemimpinan ini. Kurang lebih dua bulan telah berlalu, sedikit demi sedikit memeras waktu bermalas-malasan. Hingga kini perlahan mengajarkan apa arti menjadi seorang mahasiswa apalagi manusia. Kurang lebih dua bulan telah menjadi langkah awal untuk memulai perubahan besar, baik dalam pemikiran maupun tindakan. Salah satu yang terpenting dan perlu digaris bawahi adalah tuntunan. Citra dari Rumah Kepemimpinan dan nilai-nilai yang dikandungnya memaksa untuk keluar dari zona kenyamanan dan berusaha mengejar prestasi baik itu akademik maupun non-akademik. Tiada hidup tanpa berprogres, kata-kata yang secara tidak langsung disematkan dalam setiap pemikiran. Rumah Kepemimpinan secara perlahan menuntun untuk menjadi manusia yang berprogres dan pelopor yang baik bagi lingkungan sekitarnya. “Rumah Kepemimpinan itu aktivitasnya padat, belum lagi kegiatan kampus yang menggunung,” mungkin begitulah yang sempat terbayang dul

NLC 2016's Unforgettable Moments

Gambar
I got a fantastic experience during NLC (National Leader Camp) 2016. This camp held on 3 until 7 August 2016. All of the awardee RK (Rumah Kepemimpinan) Scholarship was gathered in one place to increase their knowledge before dormitory's term. They were about 270 awardees from the chosen Indonesian's College such as UI, ITB, UGM, ITS, Unair, IPB, USU, Unhas. I didn't count how many moments that I have got. Some of the moments were inspiring, funny, uncommon, and heartbreaking. 1. Inspiring Speakers NLC 2016 where I could meet incredible speakers. Mostly they were public figures in Indonesia and alumni R K who has succeeded. They were : Bachtiar Firdaus (Director of RK), Husain Ibrahim (Founder RK), Ustad Musholi (Founder RK), Sudirman Said (Former Ministry of Energy and Human Resource), Sandiaga Uno (Former XXXX), Anies Baswedan (Former Ministry of Education), Yoyok Sudibyo (Mayor of Batang), Suyoto (Mayor of Bojonegoro), Ricky Elson (Found

#BerkahRamadhan1437H

Gambar
Finally, done. I was surprised that I have just finished my goals during Ramadhan. One of them is writing blog daily in #BerkahRamadhan1437H. So I have done writing one day one post during Ramadhan. These #BerkahRamadhan1437H's posts contain analogy about life, experience, poem, and very short story. Time is the big challenge to finish this goal. I have to spare my time to write. And then finding the ideas could be a rather challenge too at times. I once spent a half hour to brainstorm ideas. Yeah, that was my problem during writing this blog. But, the happiness sometimes comes when the task is itself done. My next goal >> #100StoriesToBeAWriter To see my 30 random blogposts for #BerkahRamadhan1437H challenge, check this out! Day 1 –Bulan Suci yang Menawan Day 2 –Berkah Masjid Day 3 –Selingkuh Dua Dunia Day 4 –Semesta Tak Pernak Mengeluh Day 5 –Pertanda Ilmu Day 6 –Api Adalah Jiwa Day 7 –Bergerak atau Diam Day 8 –Shalawat Rindu Day 9

Awal dari Sebuah Akhir - Day 30

Gambar
Mahkota bunga itu rontok satu-satu teriring berjalannya waktu. Ia terbawa angin kemudian mengarungi sekitarnya. Ia meninggalkan bekas bahwa bunga itu pernah indah dengan mahkota yang sempurna. Kini tinggal cerita, bunga itu tinggal setangkai tak bermahkota. Namun akan bermunculan bunga-bunga baru di lain waktu. Waktu akan menjemput bulan Ramadhan. Setiap pergantian takkan terelakkan. Bulan penuh keberkahan bagi yang mengharapkan. Bulan penuh pengampunan bagi yang memohonkan. Bulan penuh kekuatan bagi yang mengusahakan. Dari sebuah akhir Ramadhan terbesit sebuah awal yang baru. Jiwa suci yang baru akan menghadapi tantangan yang baru. Seberapa lamakah dapat bertahan dari sebuah awal setelah akhir Ramadhan. Perputaran waktu akan terus berlanjut. Bertemu dengan Ramadhan kembali kemudian menyegarkan yang kotor menjadi suci kembali. Ramadhan bulan suci yang menawan. Bulan penuh keberkahan. #BerkahRamadhan1437H #Day30 Selasa, 5 Juli 2016

Kenangan Olehmu - Day 29

Gambar
Membalikkan ingatan masa lalu Ketika kembali bertemu Mencerahkan ingatan yang abu Setiap kesenangan dan pilu Telah terlewati dahulu Belajar mengeja dalam satu bangku Kini jalan berbeda dirimu Tumbuh berbeda seiring putaran waktu Di sini diriku Di sana dirimu Lekas cepat putaran waktu Agar kita cepat kembali bertemu Menuliskan asa baru Melakukan perjalanan baru Menorehkan catatan baru #BerkahRamadhan1437H #Day29 Senin, 4 Juli 2016

Indonesia 2060 - Day 28

Gambar
Ini adalah angan-angan saya untuk Indonesia 2060. Tahun 2060 produk teknologi Indonesia mudah ditemui di pasaran kemudian akan menggungguli produk-produk asing lainya. Kelak Indonesia akan bangkit dari konsumen menjadi produsen teknologi di sebagian besar sektor. Sektor transportasi, komunikasi, pertanian, pembangkit listrik, kesehatan, dan kelautan. Sektor transportasi, bumi pertiwi diunggulkan dengan perairannya yang sangat luas. Transportasi air menjadi keunggulannya untuk menghubungkan antar pulau-pulau. Kelak akan tercipta sistem transportasi bawah air super cepat. Sektor komunikasi, teknologi komunikasi dan informasi sudah bergerak menjadi kebutuhan primer. Begitu pula teknologi komunikasi di Indonesia akan berkembang pesat. Semua daerah telah terhubung oleh jaringan komunikasi. Begitu juga dengan informasi, masyarakat bebas mengakses segala informasi tentang pelayanan kesehatan, pangan, dan mata pencahariaan dengan pelayanan terdekat. Sektor pertanian

Tik Tok - Day 27

Gambar
Ron memandang lama ke arah jam dinding itu. Jam itu mengeluarkan bunyi khas tik-toknya. Pandangannya tak bisa berpaling. Sudah setengah jam ia duduk diam dengan segelas kopi di meja yang semakin mendingin. Walau udara dingin mengelus kulitnya ia tak begitu peduli. Pikirannya berputar-putar seolah perputaran jarum jam menghipnotisnya. "Ron!" sapa suara di belakangnya. "Ibu!" balas Ron lirih. Wanita paruh baya berdiri tepat di belakang Ron. Dress putihnya menjulur hingga menyentuh lantai. Matanya terlihat layu dengan senyum tipis yang terlihat dipaksakan. Wanita paruh baya itu berjalan mendekati Ron. "Ibu punya satu permintaan Nak," bisik wanita paruh baya itu ke telinga Ron. Ron diam membeku. Wajahnya pucat disertai keringat dingin membasahi ujung hidungnya. Wanita paruh baya itu mengeluarkan bunga yang telah dibungkus rapi dari balik punggungnya. Wanita paruh baya itu berbisik lagi, "Jagalah bunga mawar mer

Rindu Tak Diundang - Day 26

Gambar
Rindu terbendung di pelupuk mata. Bagai air mata yang mengepul di pelupuknya. Saat diri dibanjiri oleh rindu, ia takkan terbendung lagi kemudian lepas sudah menenggelamkan diri. Tenggelam, hanyut, dan dibawa oleh emosi. Namun seperti air mata, rindu pun dapat dibendung ketika emosi telah dikuasai. "Aku tak percaya bahwa jatuh cinta itu menggilakan," kata Ray. Baru dua hari yang lalu ia berucap demikian namun kata-katanya malah balik menamparnya. Rindu itu datang tak diundang begitu yang dialami Ray. Seolah ada aura sendiri datang yang mengatalis dalam dirinya. Tiba-tiba saja muncul rasa seolah rindu. Senyawa dopamin berlebih terproduksi tanpa ia sadari. Cemas dan gundah saat ia tak mampu menahan emosi. Namun endorfin akan menenangkannya saat terbayang-bayang olehnya. "Aku tahu sekarang kawan. Perasaan ini sangat menggelikan," ucap Ray di kemudian hari. Rindu itu datang dari hati yang kosong. Bagai wadah yang tak terisi penuh air. Angin p

Kawan atau Lawan - Day 25

Gambar
Ia bisa menjadi setajam pedang atau sehalus bulu. Sepanas api atau sesejuk udara segar. Senjata paling ampuh namun juga paling rapuh. Bisa jadi menyerang atau malah balik diserang. Bilamana telah terucap takkan bisa kembali. Satu ucap darinya sebuah kota bisa lebur. Satu ucap darinya sebuah negeri bisa makmur. Bagai internet yang merajalela, bisa jadi menguntungkan atau merugikan. Setiap kata yang terucap darinya adalah pertanggungjawaban. Setiap kata yang terucap adalah nikmat dan setiap pemberian nikmat ada pertanggungjawabannya. Ia bisa menjadi kawan ataupun lawan. Lebih berhati-hati sebelum ia terucap. Ketika ia telah terucap tak ada harapan ia akan kembali agar tak disesali. #BerkahRamadhan1437H #Day25 Kamis, 30 Juni 2016

Imaji - Day 24

Gambar
Gambaran itu kembali muncul, seolah proyektor yang diputar berkali-kali dalam otak. Gambaran itu datang setiap malam menghitam dan kesunyian mulai menyebar. Gambaran tentang seseorang yang selalu tampil dibarisan depan, dibelakangnya orang-orang pembawa panji kebenaran. Seseorang yang selalu tampil gagah di depan. Seorang panglima perang yang ditangannya memperjuangkan kebenaran. Setiap pandangannya membawa harapan akan kebenaran. Di bawah naungan sang pemilik takdir, kemenangan akan berpihak padanya. Seseorang yang tegas namun lembut. Setiap kata yang terucap adalah kebenaran. Setiap perbuatan adalah tauladan. Setiap ketetapan adalah kepastian. Wajahnya memancarkan cahaya rembulan yang lembut dan menyejukkan. Setiap gerak tangan dan kakinya untuk menyeru kebaikan dan menegakkan kebenaran. Tauladan paling hebat sepanjang masa. Gambaran itu kemudian disimpan dalam memori yang terkuat. Berharap menjadi imaji yang tak terlupakan. Berharap imaji itu datang dalam mi

Imago - Day 23

Gambar
Sore disambut gerimis. Sebuah kepompong merekah, terbangun di dalamnya kupu-kupu yang telah menanti. Ia menyambut gegap gempita sore itu. Bersama sore yang membasahi dedaunan, ia memulai hidupnya yang baru. Dunia yang asing tanpa kenalan. Berterbang gontai hanya bermodal insting. Menyusuri sesemak sambil menguatkan sayap mudanya. Tanpa teman apalagi seorang ibu. Hidup dalam terpaan dan tuntutan perut. Siapa yang bertahan maka jadilah ia sebagai imago. “Biarlah.. biarlah menjadi kisah,” kata imago. “Aku tak butuh pengibaan. Berjalan, maju, tak berhenti adalah jalanku,” ucapnya lagi. “Biarlah ini menjadi kisah atas orang-orang yang sekali menyerah,” sahutnya kemudian. #BerkahRamadhan1437H #Day23 Selasa, 28 Juni 2016

Sepertiga Malam - Day 22

Gambar
Langit hitam kelam menyisakan berbintik-bintik bintang di langit dan cahaya lembut bulan. Alam beristirahat dalam kesunyian. Angin tertiup lembut, melambaikan daun-daun pepohonan. Makhluk-makhluk hidup tidur dalam ketenangan. Sementara itu malaikat malah sedang sibuk dengan pekerjaannya. Malaikat-malaikat turun dari langit-langit nan tinggi di sepertiga malam terakhir. Mereka membawa serbuk keberkahan. Mereka berpencar segala arah menebarkan serbuk-serbuk keberkahan. Sementara kenikmatan tidur terus melanda, adapun orang-orang yang melawan kantuk agar terbangun di malam terakhir. Beruntunglah bagi orang-orang yang terjaga dari tidurnya kemudian memohon doa kepada Tuhan. Serbuk keberkahan senantiasa berpihak padanya. Ia akan mengikat doanya kemudian meluncur ke atas langit bagai roket membawa astronot. Berkah itu menjadi pijakan untuk mengantarkan doanya. Bila semuanya tertidur lelap. Berkah Tuhan diturunkan bagi siapapun yang selalu mengingat-Nya kapan pun.

Pembuat Roti - Day 21

Gambar
Si Pembuat Roti masih terkurung di dapur kesayangannya. Tak ada uang bonus bila tak selesai pesanan, begitulah kata si pemilik toko. Namun si Pembuat Roti selalu menikmati pekerjaannya. Berpeluh-peluh keringat tak masalah asal rotinya jadi. Proses kehidupan bagi si pembuat roti bagai membuat roti. Pertama dari membuat adonan basah, engkau harus punya tepung untuk bahan dasar adonan kemudian telur. Setelah itu bahan-bahan pelengkap dan kunci dari adonan seperti gula, margarin, dan garam. Roti yang enak tentunya juga dari adonan yang pas. Si Pembuat Roti mulai berpikir bahwa hidup itu seperti adonan roti. Ketika pertama kali terlahir di dunia seseorang menerima berbagai macam ideologi dan idealisme. Bila seseorang itu mampu mengolah dengan baik dengan beberapa tambahan pengaruh dari luar maka ia akan seperti adonan yang pas menjadi bahan dasar roti. Si Pembuat Roti berpikir lagi adonan yang telah dipanggang kemudian dipercantik dengan beberapa topping. Pemanggang

Kursi Tunggu - Day 20

Gambar
Panggilan keberangkatan kereta itupun bergema kembali. Satu per satu manusia bangkit dari tempat duduknya kemudian digantikan oleh yang lainya. Begitu saja tanpa akhir. Aku duduk terdiam bersama segolonganku yang lain. Manusia adalah makhluk yang super sibuk, aku tak pernah sepi diduduki oleh manusia. Namun bisa jadi manusia adalah makhluk sok sibuk yang kerjanya hanya menunggu. Tak sedikit aku perhatikan, manusia yang sibuk berlalu-lalang namun tak berarti apa-apa. Entah ia duduk terdiam saja atau sibuk dengan urusan sendiri yang tak penting. Manusia memang unik, super sibuk namun sedikit bermanfaat. Tak bisakah manusia seperti aku. Hanya berdiam diri saja akan tetapi aku membantu manusia untuk istirahat tenang dalam pangkuanku. #Intermeso #BerkahRamadhan1437H #Day20 Sabtu, 25 Juni 2016

Tarian Rumput - Day 19

Gambar
Rumput bergoyang mengikuti irama angin. Ke depan ke belakang, menegak dan membungkuk. Rumput menyimpan cerita yang unik tentang perjalanan hidupnya. Ia tak pernah bergerak melawan. Rumput adalah pemberi energi kehidupan untuk yang lain. Energi itu terus mengalir dari yang satu ke yang lain. Ia tak masalah bila harus kehilangan raga demi yang lain. Namun dibalik pengorbanannya ia menyimpan berjuta rasa. Di tengah-tengah tarian rumput pada perbukitan yang luas, berkatalah angin, ”Hai rumput, mengapa engkau selalu tampak senang menari-nari walaupun aku selalu mengganggumu?” Rumput tersenyum tipis, ”Ketahuilah wahai angin, hidupku itu singkat tak ada waktu untuk mengeluh. Aku ingin hidupku lebih berarti mengisinya dengan kebahagiaan,” kata rumput tengah menari. #BerkahRamadhan1437H #Day19 Jumat, 24 Juni 2016

Mengukir Mimpi 2026 - Day 18

Gambar
Mimpi ini aku tuliskan disini agar aku selalu ingat. Tak ada lagi waktu untuk bersantai, di luar sana badai siap menerjang. Setidaknya setelah tertulis mimpi ini akan lebih mudah menempel dalam bayang-bayang ku setiap waktu. Mengukir mimpi seperti merakit perahu. Ia harus kokoh dan kuat agar tak tenggelam dan hanyut di tengah jalan. Perahu saja takkan cukup untuk mencapai tujuan. Ia perlu bahan bakar berupa semangat dan kerja keras untuk menggerakkan perahu tersebut. Bila telah sampai di satu tujuan masih ada tujuan lain yang akan menanti. Teruslah bermimpi. Teruslah mengarungi samudera kehidupan yang luas. Karena engkau takkan tahu ditempat mana engkau akan berhasil atau gagal. Mimpiku untuk sepuluh tahun akan datang tertanggal 23 Juni 2026. Inilah perahu yang akan ku rakit. <<2016-2021>> 1. Lolos pendanaan PKM-KC dan PKM-GT. 2. Finalis PIMNAS 3. Survive selama 22 bulan dan lulus dengan predikat baik di Rumah Kepemimpinan PPSDMS regional Bandun

Kalam Suci - Day 17

Gambar
Angin berhembus ringan untuk bersujud kepadanya. Bulan bersinar lembut untuk menyambut kedatangannya. Pohon berdiri tegap untuk bersiap akan kedatangannya. Seluruh alam menunduk untuk hormat akan kedatangannya. Ialah AlQuran, turun dari langit yang tinggi. Ia dibawa oleh malaikat suci turun menembus lapisan-lapisan langit. Dibawanya Malaikat kalimat-kalimat suci yang akan menerangi seluruh bumi. Kalimat-kalimat yang menjadi jalan suci untuk menuju kebahagian dan kesenangan yang hakiki. Ialah AlQuran, kalam langsung dari sang pemilik hati, Tuhan semesta alam. Diturunkan untuk hati-hati yang mengaharapkan kebahagian yang sejati. Ialah penunjuk jalan yang lurus dan suci. Jalan yang akan mengantarkan bagi setiap hati menuju nikmat ukhrawi. #BerkahRamadhan1437H #Day17 Rabu, 22 Juni 2016

Konstelasi Manusia - Day 16

Gambar
Butir pasir putih akan terlihat biasa. Namun jutaan pasir putih akan menciptakan komposisi alam yang indah. Satu bintang bersinar mungkin tak begitu terlihat. Namun ribuan bintang bersinar akan menciptakan rasi bintang yang mengagumkan. Alam telah bercerita tentang sebuah keharmonisan. Bila butir pasir yang di pantai tak hanya berwarna putih namun juga hitam dan merah, tentu komposisi pantai pasir putih takkan tercapai. Bila semua bintang di langit hanya terletak pada satu garis lurus maka takkan tercipta rasi bintang yang mengagumkan. Seorang manusia takkan mampu berdiri sendiri. Namun ribuan atau jutaan manusia yang memiliki rasa yang sama dan berbagai cara berpikir akan menciptakan sebuah peradaban. Manusia layaknya pasir putih, sendiri tak berarti apa-apa namun jutaan pasir akan membentuk sesuatu yang hebat. Manusia juga seperti bintang, satu bintang hanya bersinar sendiri namun ribuan bintang akan saling menyinari dan memberi semangat. #BerkahRamadhan1437H

Buka Puasa Termanis - Day 15

Gambar
Langit biru perlahan berubah menjadi merah. Wajah mekar tak sabar menunggu buka menghias orang-orang berlalu lalang. Sayup-sayup ayat suci terdengar dari toa masjid yang akan menyambut datangnya magrib. Fin masih berkutat dengan gawainya. Dari pagi hingga menjelang buka rasa was-was selalu menyelimutinya. Optimis namun pasrah, pesimis namun yakin, entah perasaan apa yang cocok ia rasakan. “Biarlah bila memang belum rejeki ya mungkin ada yang lebih baik,”katanya sendiri. Detik-detik Fin berhenti me-refresh halaman karena lelahnya menunggu, sebuah pesan muncul. Jari-jarinya tiba-tiba tremor ketika akan mengeklik sebuah link. Halaman baru pun terbuka. Ia berusaha men-scroll up. Satu persatu ia perhatikan dari kejauhan. Taadaa, namanya pun terpampang sebagai penerima beasiswa asrama. Kebahagian menyeruak bersamaan dengan adzan magrib yang mulai berkumandang. Buka puasa termanis sepanjang hidupnya. Tak terbayang bila ia akan hidup diantara pemimpin-pemimpin

Apapun Jadi Cerita - Day 14

Gambar
Angin menceritakan kisah perjalanannya. Sinar matahari menceritakan kehidupan di bumi. Air menceritakan petualangannya. Tanah menceritakan kisah hidupnya Setiap apapun punya cerita. Dengarlah cerita angin tentang peradaban di pelosok negeri Lihatlah cerita sinar matahari tentang keindahan isi dunia. Pahamilah cerita air tentang dimana saja ia telah berlabuh. Atau perhatikanlah cerita tanah tentang sejarah kehidupannya. Mereka takkan bercerita kecuali engkau memikirkanya. Bila engkau mau berpikir mereka takkan segan bercerita. Berpikirlah, perhatikan setiap apapun di sekitarmu. Belajarlah pada mereka. Engkau takkan tahu mana dari jutaan cerita mereka yang akan menginpirasimu. Bila engkau mau membuka mata dan melihat sekelilingmu. Dengarlah cerita dari mereka.   #BerkahRamadhan1437H #Day14  Ahad, 19 Juni 2016

Sedikit Cerita MSTEI Movement - Day 13

Gambar
Muslim STEI Movement adalah sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh Muslim STEI ITB 2015. Kegiatannya berupa menghidupkan taman bacaan diiringi penyumbangan buku kemudian mentoring kepada anak-anak. Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali dengan satu kali acara pembukaan dilengkapi pesta sains. Selama keberjalanannya MSTEI Movement bertempat di SDN 1 dan 2 Sekeloa. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 14 Februari 2016 untuk acara pertama dengan kegiatan peresmian taman bacaan, penyumbangan buku, mentoring, dan pesta sains. Kegiatan kedua berlangsung pada tanggal 2 April 2016 dengan kegiatan perawatan taman baca, peyumbangan buku, mentoring, dan ngerujak bareng. Beberapa agenda lain diluar dua acara besar tersebut adalah bertukar pikiran dengan guru dan menceritakan progress anak-anak yang dilakukan setiap satu sampai dua minggu sekali. Ide MSTEI Movement sendiri berawal dari buku novel yang saya baca. Sebuah cerita tentang perjuangan seorang pemuda mendirikan tam

Gelora Desa - Day 12

Gambar
Di balik gunung biru dari kejauhan tersimpan lautan hijau berbukit-bukit. Tanah yang subur, air melimpah, dan udara yang segar. Bila matahari terbit di balik bukit, alam memainkan melodinya. Kicauan burung berirama bergantian. Alunan musik dari angin yang mengelus dedaunan. Serta sambutan hangat dari sang mentari. Desaku adalah panggung teater. Masyarakat desa bersinergi dengan alam menciptakan sebuah cerita indah. Adat dan budaya yang melekat dalam setiap orang. Alam yang mendukung serta masyarakat yang menghargai. Berkatalah tetua desa setiap akan ada pesta desa, ”Alam dan kita bagai sebuah golok. Dengan logamnya adalah alam dan pegangannya adalah kita. Bila kita tak punya pegangan untuk memperlakukan alam maka kita yang akan sakit sendiri. Rawatlah alam sebagaimana golok dirawat maka kebermanfaatan itu akan datang sendiri untuk kita dan alam.” >>bersambung #BerkahRamadhan1437H #Day12 Jumat, 17 Juni 2016

Tape Player - Day 11

Gambar
>>play… ada yang manis ada yang getir lidah tertekuk oleh pilu menjulur kemudian mencabut dari ubun-ubun >>reset… ilusi adalah sebatas di hati hanya hati-hati yang lemah jalani >>rewind… ada yang manis ada yang getir lidah tertekuk oleh pilu >>pause… berpikir >>play… mengempaskan tubuh ke arah sebaliknya tetap kokoh di tempat naluri jiwa dan hati #BerkahRamadhan1437H #Day11 Kamis, 16 Juni 2016

Bertabayyun - Day 10

Gambar
Akses informasi di era informasi bagai menciduk air dalam danau yang luas. Kemajuan teknologi menjadikanya bebas diakses oleh siapapun. Semakin banyak air yang tertampung semakin banyak juga yang diperoleh. Danau bagaikan informasi yang tersebar luas kemudian untuk mengaksesnya perlu teknologi. Air danau dapat dimanfaatkan untuk berlangsungnya kehidupan. Namun danau tak sekadar air ada juga kerikil, batuan, dan pengotor. Sekali menciduk bisa jadi tak hanya air yang didapat. Air yang bersih perlu dipisahkan dari pengotornya. Sebuah filter lah yang akan menyaring air menjadi bersih. Akan hal itu perlu sebuah filter informasi dalam diri. Teliti sebelum menyakini kemudian berpikir sebelum bertindak. Kebebasan informasi tak bisa menjamin bahwa semuanya baik dan layak dikonsumsi. Oleh karena itu, setiap pribadi harus memasang filter tersebut. Salah satu bentuk filter tersebut adalah tabayyun, mengklarifikasi sebuah informasi. Bila ada keraguan dalam informasi, cara taba

Tragedi Takut Apa Mati - Day 9

Gambar
Sepucuk surat itu tergeletak di meja. Melida tak sanggup membacanya lagi. Keningnya dipenuhi keringat-keringat basah. Tubuhnya lemas seketika. Sebelum tubuhnya jatuh ia sempat terduduk di atas kursi. Pikirannya dipenuhi bayang-bayang masa lalu. Melinda menarik napas pelan. Ia mencoba mengingat akan semua hal yang telah ia lakukan. Sepucuk surat itu telah menusuk pikirannya kemudian menyadarkan dirinya. Surat dari pengirim tak bernama untuk Melinda. “ Ketika ruh telah ditarik sampai ubun-ubun. Ketika rantai waktu telah diputus. Ketika kesempatan tak lagi ada. Ketika tak ada tempat lagi untuk bersembunyi. Ketika pena telah dituliskan tak ada lagi tempat berlari. Ketika setiap perbuatan akan diadili. Setiap yang hidup pasti merasakan yang mati. Dimana saja dan kapan saja. takut apa mati takut apa mati takut apa mati takut apa mati t a k u t m a t i t a k u t m a t i t a k u t m a t i t a k u t m a t i m      a     t     i

Shalawat Rindu - Day 8

Gambar
Bulir-bulir air menerpa kaca. Bulir itu mengumpul kemudian membentuk jalur aliran air. Sementara di sisi balik kaca, udara mengembun di sekitarnya. Hujan rintik-rintik itu mengingatkan akan seseorang. Sosok manusia yang paling dicintai. Hujan adalah rahmat. Ia sebagai wujud rahmat yang disebarkan ke muka bumi. Ia menyejukkan hati, mata, dan jiwa. Ia mengisi kebahagian bagi hati-hati yang mengharap. Hujan pembawa berkah seperti Muhammad sang rahmat bagi seluruh alam. “Siapakah manusia yang paling kamu cintai di dunia ini, Nadira?” tanya Lukman. “InsyaAllah tidak ada yang saya cintai di dunia selain Rasulullah SAW, mas.” balas Nadira agak tersipu. Jawabannya membuat Lukman begitu kagum. Tak banyak orang yang mampu mengungkapkan kalimat itu. “Lalu bagaimana caramu mencintainya padahal engkau tak pernah melihat wajahnya?” tanya Lukman menyelidik. Nadira tertunduk di kursinya. Tangannya yang satu menggenggam tangan yang lain. Tergenggam di atas pangkuannya. “

Bergerak atau Diam - Day 7

Gambar
Taman Bunga Nusantara. Kamis, 19 Maret 2015 Bumi senatiasa berputar pada porosnya. Perputaran yang membuat pergantian siang malam, efek gravitasi, dan keseimbangan di seluruh alam. Bila bumi diam tentunya tak seperti yang terjadi sekarang. Jika itu terjadi maka gaya gravitasi akan melenyap kemudian terjadi bencana alam di setiap mata memandang. Hujan datang dari air yang mengalami siklus. Air di permukaan bumi yang menguap ke angkasa. Uap air tertiup angin bergerak menjelajah bumi. Uap air mengalami pengembunan kemudian terjadilah hujan. Namun bila air hanya diam, ia akan mengeruh dan kotor. Sejatinya alam diciptakan bergerak beserta perputarannya. Alam selalu bergerak dinamis. Bergerak maka akan selalu baru-membarui berbeda dengan diam yang akan semakin rusak. Air yang mengalir, udara yang berputar, dan kehidupan yang bersiklus.  Begitu pula manusia. #BerkahRamadhan1437H #Day7 Ahad, 12 Juni 2016

Api Adalah Jiwa - Day 6

Gambar
Lilin itu masih menyala dalam ruang yang gelap. Ia menghangatkan yang dingin, menerangi yang gelap, dan menghidupkan yang mati. Api yang menyala berirama dengan angin yang menghempas. Api itu bergoyang ke kanan, kiri, depan, ataupun belakang. Nyala api yang merah menggelorakan kehangatan. Meredup kemudian mengibar setiap kala. Lilin itu adalah aku. Aku yang berdiri tegak dan tegap seperti lilin. Aku yang hidup namun juga akan mati. Aku yang akan rapuh dan habis dimakan oleh waktu. Api itu adalah jiwaku dan ruangan gelap itu adalah duniaku. Jiwaku dapat menggelora sebagaimana api namun juga dapat meredup. Jiwaku rentan dihempas terombang-ambing oleh angin. Aku hanya cukup menjaga jiwaku agar terus menerangi sekitarku. Namun jiwaku cukup rapuh bila sendiri. Jiwaku yang sendiri akan rentan redup kemudian mati. Jiwa yang mati hanya akan menjadi lilin yang tak berapi. Hidup tapi tak bernyawa. Ada tapi tak ada. Bersama bayang-bayang kedinginan dan kegelapan. Namun