Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa



Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec ialah pakar ekonomi syariah di Indonesia. Beliau juga salah satu orang yang berpengaruh dalam perkembangan perbankan syariah di dalam negeri. Selain itu, beliau juga aktif dalam bidang pendidikan mengajarkan ekonomi syariah di negeri tercinta.

Buku ini mengkaji mengenai perjalanan hidup Rasulullah SAW. Kehidupan beliau dapat menjadi suri tauladan dalam berbagai aspek kehidupan manusia di tengah krisis keteladanan saat ini. Pembahasan keteladanan dari diri Rasulullah SAW mencakup berbagai bidang seperti personal leadership, bisnis, keluarga, dakwah, sosial politik, sistem hukum, pendidikan, dan strategi militer.

Krisis terbesar yang dialami dunia saat ini adalah krisis keteladanan. Krisis ini jauh lebih dahsyat daripada krisis energi, minyak, pangan, atau pun air. Karena dengan tidak adanya pemimpin yang visioner, kompeten, dan memiliki integritas tinggi maka masalah energi, bahan makanan, konservasi hutan, serta ketersediaan air bersih akan menjadi semakin sulit. Akibatnya pelayanan kesehatan akan semakin kacau, sistem transportasi akan semakin ruwet, korupsi dimana-mana, dan harga kebutuhan dasar semakin melonjak. Hal ini yang dihadapi oleh masyarakat muslim di dunia terutama Indonesia sebagai bagian negara dunia ketiga.

Untuk itulah, setiap orang dan bangsa membutuhkan sosok teladan dalam semua spektrum kehidupan yang layak untuk dicontoh dan bisa membawa setiap orang menjadi lebih maju dan bermartabat. Misalnya anak muda dan remaja membutuhkan sosok yang tangguh dan membuat dirinya berkembang. Kemudian dalam rumah tangga dibutuhkan figur suami dan ayah yang penuh perhatian kepada anak dan istrinya. Dalam dunia pendidikan juga dibutuhkan sosok yang bisa mentransformasikan nilai dan budi kepada didikannya. Lalu, dalam bidang hukum dibutuhkan sosok yang senantiasa berpegang teguh pada prinsip keadilan.

Indonesia dan dunia islam juga membutuhkan sosok pemimpin politik yang memiliki visi, kompetensi, dan memiliki hati yang simpatik untuk memajukan bangsanya. Banyak anak bangsa yang tidak tahu akan menjadi apa Indonesia dalam 5 atau 10 tahun ke depan. Dan juga tidak sedikit diantara kita yang tidak tahu strategi apa yang dimiliki Indonesia dalam pangan, infrastruktur, atau pun energi dalam 5 tahun kedepan. Indonesia merindukan keteladanan kepemimpinan yang menyakini bahwa jabatan adalah tanggungjawab dunia akhirat, bukan peluang untuk menambah kekayaan semata.

Oleh karena itu, kita mesti mencontoh sosok teladan sepanjang masa yakni Nabi Muhammad SAW, yang telah berhasil mengembangkan kepemimpinannya dalam berbagai bidang, diakui oleh milyaran penduduk dunia, dan juga telah terbukti lebih dari 15 abad yang lalu. Namun nyatanya, tidak sedikit yang masih belum mampu melihat perjalanan hidup Rasulullah SAW secara lengkap dan holistik baik dari segi dimensi sosial, politik, militer, pendidikan, serta sistem hukum, kemudian memformulasikan nilai-nilai keteladanan tersebut dalam suatu model yang dapat diteladani dengan mudah.

Salah satu hal yang dapat diteladani dari diri Rasulullah SAW adalah langkah awal sebagai seorang pemimpin yakni memimpin diri sendiri. Seseorang harus dapat memahami dan mengalami tingkat kesadaran yang mendalam dan tingkat identitas diri yang lebih tinggi, sebagai prasyarat pengembangan kompetensi orang lain. Kepemimpinan diri sendiri pada intinya adalah kemampuan diri dalam mengendalikan hawa nafsu. Pilihannya hanya ada dua, memimpin nafsu sendiri atau hidup dikendalikan oleh nafsu. Kepemimpinan diri sendiri ini sangat ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “ Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinanya.”

Banyak sekali keteladanan yang diberikan oleh Rasulullah SAW dan tentunya tidak cukup dibahas satu persatu disini. Beliaulah manusia paling sukses dalam berbagai dimensi kehidupan. Kesuksesan beliau meninggalkan jejak yang dapat diikuti oleh ummatnya. Kita dapat belajar banyak dari beliau tentang bagaimana cara mencapainya. Kalau lah kita tidak dapat menyamai kesuksesan yang beliau capai, setidaknya kita telah mendekatkan langkah kita dengan jejak-jejak yang ditinggalkannya.

Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu