Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu



Kualitas hidup utamanya ditentukan oleh kualitas manajemen waktu setiap orang. Kunci manajemen waktu adalah manajemen personal dan manajemen hidup. Manajemen waktu hanya bisa bekerja bila dapat memanajemen diri sendiri. Apabila tidak bisa mengendalikan waktu dengan baik, maka sulit untuk melakukan hal lain.

Dalam buku ini, Brian Tracy menyajikan serangkaian pemanfaatan waktu dan prinsip manajemen waktu terbaik yang pernah ditemukan. Teknik dan strategi manajemen waktu yag juga dipraktikan oleh orang-orang paling sukses dan bahagia.

Orang-orang sukses dan terkaya di dunia memiliki waktu dua puluh empat jam sama dengan kita. Perbedaan orang-orang sukses dan tidak sukses adalah orang-orang sukses bahkan dengan potensi yang lebih sedikit dan peluang yang lebih kecil kerap kali mencapai jauh lebih banyak pencapaian dibandingkan yang lain karena mereka dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik dan efektif. Cara berpikir kita tentang waktu dan berbagai cara memanfaatkan waktu, menentukan kefektifan dan kualitas dari setiap kehidupan kita.

Kebanyakan orang hidup dalam mode reaktif-responsif. Ketika segala sesuatu terjadi di sekitar mereka, mereka bereaksi dan merespon dengan segera, secara otomatis dan tanpa pertimbangan contohnya memeriksa bunyi notifikasi ponsel di saat melakukan suatu pekerjaan yang lain. Kunci untuk mengambil kendali penuh atas waktu dan hidup kita adalah harus berhenti dan berpikir sebelum bereaksi dan merespon. Kita harus mengenali jenis waktu dan perilaku yang dituntut dari setiap momen, lalu merespon sewajarnya. Selama kita bisa merespon secara efektif terhadap tatangan hidup keseharian dan pekerjaan, kita akan terus bertumbuh makin cerdas dan bergerakn menuju pemenuhan potensi diri kita.

Berikut cara merespon jenis-jenis waktu yang berbeda :

1. Waktu Perencanaan Strategis dan Penetapan Tujuan
Sebelum kita memulai pertualangan besar dalam hidup, kita harus menentukan kita ingin berakhir di mana. Perbedaan mendasar antara orang-orang kaya dan miskin adalah bahwa sekitar 85 persen dari orang-orang kaya memiliki satu tujuan besar yang mereka upayakan sepanjang waktu. Sementara hanya 3 persen dari orang-orang miskin yang memiliki satu tujuan besar, dan mereka sesekali mengupayakannya jika memungkinkan.

Untuk dapat memaksimalkan waktu, kita perlu memikirkan tujuan-tujuan kita terutama ketika mengalami kekacauan dan perubahan cepat. Kita perlu benar-benar berorientasi tujuan dengan menetapkan tujuan, membuat rencana, dan mengatur hidup.

Penetapan tujuan dan perencanaan stratagi personal mengharuskan kita untuk mundur dan beristirahat sejenak, jauh dari ganguan dan pengalihan pikiran. Kita perlu menjawab beberapa pertanyaan pokok untuk memastikan bahwa apa yang kita kerjakan di luar sesuai dengan kepribadian di dalam dan sejalan dengan apa yang sebenarnya ingin kita raih.

2. Waktu Produktif – Menyelesaikan Lebih Banyak
Kerja produktif membutuhkan tingkat mental, energi fisik, disiplin, fokus, dan kebutalan tekad yang tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik. Produktivitas dicapai ketika kita merencanakan, mengatur, dan menetapkan prioritas-prioritas, dan berkonsentrasi pada pemanfaatan waktu yang paling bernilai setiap hari. Ada tiga kata kunci agar menghasilkan produktivitas yang tinggi yakni kejelasan, fokus, dan konsentrasi.

3. Waktu Peningkatan Pendapatan
Aset finansial yang paling berharga adalah kemampuan berpenghasilan. Hal ini didefinisikan sebagai kemampuan kita untuk mendapatkan hasil yang untuknya orang-orang bersedia membayar kita. Kemampuan berpenghasilan adalah seluruh akumulasi dari pengetahuan, keahlian, pengalaman, pembelajaran, kerja keras, dan hasil yang diperoleh selama hidup.

Orang-orang yang berkinerja tinggi di setiap bidang menghabiskan jauh lebih banyak waktu untuk mempraktikkan dan meningkatkan keahlian mereka dibanding orang-orang yang berkinerja rendah. Perbedaan inilah yang menyebabkan sebagian besar disparitas pendapatan yang kita lihat dalam masyarakat kita.

Orang-orang terbaik mendedikasikan diri pada pembelajaran yang terus-menerus. Kita harus membulatkan tekad untuk memasukkan waktu belajar ke hidup kita, setiap hari, setiap pekan, setiap bulan. Ketika kita menjadi pembelajar seumur hidup, maka potensi kita tidak terbatas.

4. Waktu Luang
Ada 168 jam seminggu. Rata-rata orang bekerja 8 jam sehari (40 jam seminggu); tidur 8 jam per hari (56 jam seminggu); dan berpakaian, makan, dan berangkat kerja 4 jam sehari (28 jam seminggu). Hal-hal tersebut memakan waktu 124 jam seminggu, sehingga tersisa 44 jam seminggu sebagai waktu luang.

Sayangnya, rata-rata orang menghabiskan sebagaian besar waktu ini untuk bersosialisasi, menonton televisi, atau diisi oleh aktivitas-aktivitas hiburan seperti media sosial, menonton, dan lainnya. Padahal apa yang kita lakukan pada waktu luang dapat memberika perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan dalam hidup. Kita bisa memanfaatkan waktu itu untuk hal-hal menyenangkan atau menginvestasikannya untuk masa depan.

Waktu luang adalah produk sampingan, dengan memanfaatkan waktu luang ini secara cerdas bisa menjadi orang yang lebih bernilai. Ketika terus-menerus menginvestasikan produk sampingan kita, waktu luang kita, dengan mempelajari gagasan baru dan mengembangkan keahlian baru, maka memungkinkan bagi kita untuk melipatgandakan hasil dan memperoleh pendapatan yang jauh lebih besar daripada orang lain di sekitar kita. Orang-orang yang masuk kelompok 20 persen terbaik memanfaatkan waktu luang mereka dengan sangat baik. Mereka terus belajar dan bertumbuh sepanjang karier mereka.

5. Waktu Kerja
Cara kita memanfaatkan waktu kerja akan menentukan kesuksesan, kemajuan, dan pendapatan. Namun yang menyedihkan, kebanyakan orang tidak bekerja mendekati kapasitas mereka yang sebenarnya. Jika kita bisa sangat produktif dalam pekerjaan maka akan menarik lebih banyak peluang.

Ada empat hal mendasar dalam menangani waktu pekerjaan yaitu yang pertama menetapkan tujuan dan sasaran yang jelas, kedua merencanakan pekerjaan secara rinci, ketiga menetapkan prioritas untuk aktivitas yang bernilai paling tinggi, dan terakhir harus berkonsentrasi penuh pada hal-hal yang terpenting setiap waktu.

Kualitas terpenting untuk sukses di tempat kerja adalah kemampuan kita untuk menghindari gangguan dan pembuangan waktu yang sia-sia. Terus berfokus untuk mendapatkan hasil-hasil terpenting yang menjadi tanggungjawab masing-masing.

6. Waktu Kreatif
Waktu kreatif adalah sebagian waktu terpenting dan bernilai yang bisa kita habiskan. Satu gagasan dapat mengubah hidup kita. Semakin baik kita merencanakan dan mempersiapkan gagasan, semakin mungkin kita akan mewujudkannya. Tapi kreativitas menuntut kita menjauh dari urusan kehidupan sehari-hari agar pikiran bekerja di tingkat yang lebih tinggi. Inilah alasannya waktu kreatif membutuhkan bentuk pemikiran dan pengaturan yang berbeda dibanding waktu kerja atau waktu produktif.

Ada tiga musuh utama dari pikiran kreatif yaitu zona nyaman, ketidakberdayaan yang dipelajari, dan takut gagal. Waktu kreatif ialah melawan semua musuh tersebut dengan metode-metode yang dapat merangsang berpikir kretif. Misalnya 20 Metode Gagasan yakni dengan cara menuliskan gagasan di secarik kertas kosong sampai 20 macam gagasan. Lalu dari 20 macam gagasan tersebut seringkali muncul suatu terobosan yang paling memungkinkan.

7. Waktu Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
Seluruh kehidupan adalah serangkaian masalah dan kesulitan, kemunduran dan kegagalan. Setiap jam, setiap hari, kita membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan kita dalam skala besar atau kecil. Kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan adalah salah satu faktor penentu paling penting dari kesuksesan dalam pekerjaan atau kehidupan.

Orang-orang sukses memikirkan solusi dan tindakan yang bisa mereka jalankan dengan segera untuk mulai melangkah maju menuju hal-hal yang diinginkan. Ketika kita memiliki masalah apa saja segera ajukan pertanyaan, “Apa yang bisa dilakukan?” dan “Apa tindakan kita selanjutnya?”

8. Waktu Bersama Keluarga dan Orang di Sekitar Kita
Waktu yang kita lewatkan bersama orang lain dan cara kita melewatkannya, mungkin menentukan 85 persen dari kebahagiaan, kesuksesan, atau kegagalan dalam hidup. Waktu bersama orang-orang berbeda dengan waktu kerja, waktu produktif, waktu kreatif, dan waktu belajar. Hampir berlawanan sekali antara yang dilakukan agar menjadi efektif dan sukses di pekerjaan dengan menjadi sukses dalam hubungan berkeluarga.

Waktu pekerjaan menuntut kualitas waktu, sementara itu waktu berkeluarga menuntut kuantitas waktu. Satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas sebuah hubungan adalah dengan berinvestasi lebih banyak waktu ke dalam hubungan tersebut.

9. Waktu Istirahat dan Santai
Seperti halnya waktu produktif menuntut fokus dan konsentrasi penuh pada pemanfaatan waktu kita yang paling berharga pada saat itu, waktu istirahat dan santai menuntut agar kita mundur dan sama sekali tidak melakukan apapun yang produktif dan penting.

Aset paling berharga yang kita datangkan ke pekerjaan adalah waktu berpikir yang menenangkan. Ini terjadi ketika kita mengambil cukup waktu istirahat supaya bisa berpikir dengan tenang dan jelas, membuat keputusan yang baik, dan melakukan pekerjaan yang sangat bagus.

10. Waktu Tenang



Waktu yang kita lewatkan sendirian dalam suasana hening bisa menjadi sebagian waktu terpenting di kehidupan kita. Jenis waktu khusus ini mencakup pengembangan spiritual, kesadaran, kontemplasi, kesindirian, dan meditasi. Praktik yang teratur dari disiplin-disiplin ini akan mengubah hidup dengan cara yang mengagumkan.

Pengulas Miftahul Arifin

Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa