Melangkah 13 - Berpikir Kritis


Berpikir adalah fondasi dari segala sesuatu yang kita kerjakan. Setiap aksi, solusi, serta keputusan merupakan hasil dari proses berpikir. Kita berpikir ketika ingin makan makanan apa, pergi kemana, dan bahkan saat kita tidur. Pikiran kita selalu berjalan setiap saat, walaupun tidak semua yang kita pikirkan bernilai. Salah satu cara untuk memanfaatkan pikiran kita adalah dengan berpikir kritis. Melalui berpikir kritis kita bisa menajamkan pikiran untuk mencapai suatu keputusan terbaik.

Berpikir kritis bukanlah tentang seberapa besar kapasitas kecerdasan seseorang, tetapi tentang bagaimana memanfaatkan semua sumber daya yang ada demi mencapai keputusan yang tepat. Dengan berpikir kritis kita bisa menggali alasan dibalik sesuatu, sehingga kemudian bisa merumuskan keputusan yang lebih baik.

Berbeda dengan cara kita berpikir sehari-hari, misalnya dalam keseharian kita berjalan, makan, atau berkendara. Hal tersebut akan mengandalkan pikiran otomatis yang mana terbentuk dari rutinitas yang selalu kita lakukan. Pikiran otomatis memberikan reflek yang cepat dan sangat berguna untuk membantu aktivitas rutin kita. Namun, pikiran otomatis kita tidak cocok untuk diterapkan pada hal-hal yang menuntut kita untuk menghasilkan keputusan terbaik. Sebagai contoh untuk mengelola keuangan, bukan hanya tentang menghabiskan uang, namun kita perlu cara berpikir kritis dimana mempertimbangkan berbagai faktor seperti kebutuhan, keinginan, tabungan, investasi, serta perencanaan masa krisis. 

Berpikir kritis mampu meningkatkan kemampuan kita dalam menyelesaikan suatu persoalan serta pengambilan keputusan. Dengan cara berpikir ini, kita bisa memperoleh pemahaman yang jelas terhadap setiap persoalan, selain itu juga kita memiliki keputusan yang lebih akurat sehingga bisa meminimalisir kesalahan. 

Lalu, bagaimana cara berpikir kritis bekerja? Michael Kallet dalam bukunya Think Smarter menjelaskan bahwa terdapat tiga komponen dalam berpikir yakni Clarity (Kejelasan), Conclusion (Kesimpulan), dan Decision (Keputusan). Cara berpikir kritis akan lebih banyak menghabiskan waktu pada tahap Kejelasan, dimana menggali serta memahami secara mendalam konteks dari suatu permasalahan.

Cara berpikir kritis pada tahap Kejelasan mengharuskan kita untuk memperjelas tentang masalah yang ada serta tujuan yang ingin dicapai. Untuk kejelasan masalah, kita perlu mengetahui alasan di balik segala sesuatu serta membongkar kepentingannya. Lalu tentang tujuan, kita perlu menggambarkan tujuan tersebut menjadi sesuatu yang konkret dan dapat dicapai, sederhananya kita dapat menggunakan angka sehingga tujuan lebih mudah dibayangkan.

Kemudian  pada tahap Kesimpulan yakni tahap dimana kita membangun berbagai asumsi dari fakta, observasi, pengalaman. Lalu dari berbagai asumsi tersebut kita pertimbangkan berdasarkan keyakinan yang berlaku pada diri kita maupun organisasi, sehingga menjadi sebuah kesimpulan.

Terakhir ialah tahap Keputusan yang mana kita memikirkan kembali terkait segala risiko dan manfaat dari keputusan yang telah dibuat. Lalu merancang perencanaan yang detail tentang siapa, dimana, dan bagaimana keputusan ini akan diimplementasikan.

Berpikir kritis memang memiliki banyak sekali metode yang bisa kita lakukan. Semua orang bisa berpikir kritis, yang perlu dilakukan adalah berpikir lebih untuk memahami masalah sebelum kita mengambil berbagai keputusan yang penting.

Referensi : Think Smarter - Michael Kallet

Komentar

  1. Agaknya, kemampuan berfikir kritis perlu dibarengi dengan berfikir kreatif. Keduanya sangat berbeda namun saling melengkapi. kritis adalah ketika kita menggali lurus suatu permasalahan secara linear dengan tepat sasaran tanpa harus memedulikan berbagai informasi yang tidak relevan secara independen. Sikap kritis adalah sikap yang hampir sudah melekat di kalangan intelektual yang mana fokus diskusi selalu pada penyesailan masalah dengan sudut pandang yg sedikit. Akan tetapi, layaknya sebuah makhluk hidup, tiap komponen dalam sistem tidak bisa dipandang dalam satu fokus..., namun ia harus dipandang sebagai bagian dari keseluruhan sistem. Untuk melakukan hal ini, dibutuhkan kemampuan berpikir holistik dan intuitif, yang berkaitan dengan berpikir kreatif. Tulisan yg sangat bagus, hanya sekedar melengkapi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang benar sekali terimakasih telah menambahkan. Michael Kallet dalam bukunya pun juga menyebutkan, kemampuan berpikir kreatif merupakan bagian integral dari kemampuan berpikir kritis dimana dengan kreativitas bisa menemukan sudut pandang yg unik terkait solusi maupun masalah yg ada.

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa