Melangkah 2 - The Leader in You


Kita tahu bahwa hidup kita sangat singkat, sesingkat kita tidak terasa bahwa hari-hari yang lalu telah terlewat begitu cepat. Rata-rata harapan hidup manusia saat ini berkisar 70-an tahun. Bukan masalah seberapa lama kita hidup karena bisa jadi lebih cepat atau lambat ajal akan tiba, namun seberapa besar manfaat yang telah kita beri.

Hidup tidak seperti papan ketik, dimana ketika salah mengetik lalu bisa dihapus kembali. Tapi waktu akan terus bergulir dan bergerak maju tanpa kita bisa berhenti ataupun bergerak mundur. Ketika penghujung waktu telah sampai pada batas waktu yang ditentukan, maka berakhir sudah.

Oleh sebab itu, kita perlu menyadari bahwa hidup ini tidak sekedar makan dan tidur. Namun, ada misi yang diembankan dalam diri kita. Kita terlahir dengan perbedaan dan potensi masing-masing yang sangat unik. Aku, kamu, dan kita memiliki keunikan tersendiri dan disitulah terpendam potensi diri kita. Lantas misi kita apa?

Misi kita tidak terlepas dari satu-satunya makhluk yang diciptakan dengan akal dan hati yang komplit dimana makhluk lain seperti singa si raja hutan, pepohonan, dan makhluk-makhluk lainnya di bumi tidak memiliki. Akal dan hati adalah anugerah terbesar bagi manusia, namun dibalik itu juga tersimpan tanggung jawab, dimana potensi yang sangat besar tersebut telah digunakan untuk kebermanfaatan apa bagi alam sekitarnya. Ya, sejak lahir dengan potensi akal dan hati tersebut kita telah disematkan membawa misi sebagai pemimpin.

Kita terlahir sebagai pemimpin bagi diri kita sendiri, bagi orang lain, serta bagi alam sekitar kita. Pemimpin bukan berarti orang yang memiliki jabatan, namun pemimpin ialah orang yang merdeka dari belenggu-belenggu serta mampu bergerak maju menciptakan perubahan. Misalnya kita sebagai pemimpin bagi diri sendiri ialah seseorang yang mampu mengendalikan dirinya untuk terus bergerak maju, bukan malah dikendalikan oleh alasan-alasan yang membuat malas ataupun menunda-nunda.

Diri kita saat ini 90 persen terbentuk dari respon yang kita lakukan, lalu sisanya adalah hal-hal yang ada di luar diri kita. Contoh kecilnya ketika ada seseorang memarahi kita, lantas apa respon yang akan kita lakukan? Bila kita membalas dengan kemarahan, maka kemarahan itulah yang secara perlahan membentuk pribadi kita. Namun bila merespon dengan tenang dan penuh kesabaran, maka itulah yang akan tertanam dalam diri kita.

Sebagai manusia yang memiliki potensi akal dan hati yang besar, kita bebas menentukan berbagai respon kita. Namun sebagai seorang pemimpin, kita harus bisa mengendalikan diri kita dari belenggu-belenggu yang dapat menghambat diri kita untuk terus maju dan bermanfaat untuk semuanya.

Sejatinya kita makhluk yang spesial di bumi ini, bukan berarti kita berlaku sombong dan bersikap semaunya. Kita terlahir sebagai pemimpin, bukan berarti kita bebas melakukan apa saja. Kita terlahir sebagai manusia, karena kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan alam, merawat sesama makhluk, memberikan kedamain, serta menjaga keadilan di bumi ini.

You are the leader and changemaker!

Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa