Melangkah 5 - Goal is Useless Unless You Do


Merencanakan sebuah goal atau visi adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita. Hidup ini layaknya kapal yang terus berlayar di lautan. Kita tidak bisa menghentikannya, angin akan membuat kapal terus bergerak. Namun kita dapat menentukan kemana arah kapal ini akan berlayar dengan melihat peta, tanda-tanda di sekitar, serta perencanaan tujuan.

Ibarat kapal, waktu hidup kita akan terus berjalan tanpa kita bisa menghentikannya atau memang waktu kita telah habis. Hidup ini bagai sebuah perjalanan, dimana ketika kita terlahir telah membawa bekal dan misi tertentu. Sekali melangkah, kita tak dapat kembali lagi, namun kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

Begitu pentingnya merencanakan sebuah tujuan dalam hidup kita, agar kita tahu kemana harus melangkah dalam perjalanan kita. Banyak sekali pilihan dalam perjalanan ini. Kita tentu saja bebas memilih, dari hal-hal yang membuat kita produktif maupun yang membuat kita terlena. Namun kita juga perlu sadari bahwa waktu hidup kita sangat singkat, tidak terasa bisa jadi besok adalah waktu terakhir kita. Sebaiknya kita tidak terjebak dengan berbagai pilihan, tetapi kita perlu mengatur prioritas sesuai dengan tujuan hidup kita.

Tujuan hidup ini adalah sesuatu yang jangka panjang, dimana kita ingin dikenang seperti apa ketika telah tiada serta memberikan manfaat apa selama hidup. Di samping itu, ada tujuan yang lebih besar yakni tujuan kita diciptakan oleh Sang Pencipta.

Namun tujuan hanya akan menjadi sekedar tulisan kertas atau pun angan-angan belaka tanpa kita membangun sistem untuk mewujudkannya. Sistem ini berupa bagaimana kita menetapkan prioritas, strategi, kebiasaan, serta evaluasi dalam rangka mewujudkan tujuan hidup kita.
  
Misalnya kita memiliki visi menjadi seorang investor yang sukses seperti Warren Buffet, namun juga dapat memberikan manfaat sosial seperti Bill Gates. Hal yang perlu kita lakukan adalah membangun sebuah sistem, dimana dapat mengubah keadaan diri kita sekarang menjadi seperti visi kita. Untuk membangun sebuah sistem ini, kita dapat belajar dari pengalaman serta kegagalan, atau pun belajar dari pengalaman orang lain. Contohnya untuk menjadi seorang investor sukses kita perlu membangun mindset serta kemampuan, dimana kita peroleh dari membaca serta mencoba langsung. Oleh karena itu, kita perlu membangun sebuah kebiasaan dimana terus menerus menambah pengetahuan serta kemampuan melalui membaca dan transaksi investasi secara rutin harian, pekanan, atau pun bulanan.

Sistem yang kita bangun ini merupakan implementasi dari nilai-nilai visi yang ingin kita capai. Seperti halnya seorang investor perlu memiliki nilai-nilai memprediksikan masa depan, menangani rasa takut dan tamak, lihai dalam melihat peluang, dan sebagainya. Bentuk nilai-nilai inilah yang kemudian kita turunkan menjadi sebuah aktivitas yang dapat menanamkan nilai-nilai tersebut dalam diri kita sedikit demi sedikit.

Tujuan hidup tidak sekedar bayang-bayang mimpi belaka, namun kita juga perlu membangun sebuah sistem dalam diri kita sendiri untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian kita harus terus belajar dari pengalaman dan kegagalan untuk membangun sistem dan diri kita yang lebih baik.

Komentar

Popular Posts

Ulasan Buku “Smarter Faster Better – Charles Duhigg” : Delapan Rahasia untuk Mendorong Produktivitas dalam Bekerja

Ulasan Buku “Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager – M. Syafii Antonio “ : Sang Suri Tauladan Sepanjang Masa

Ulasan Buku “Master Your Time Master Your Life” : Strategi Jitu Mengatur Waktu